Kisah Nurul Atik, mantan OB jadi pengusaha sukses merupakan salah satu contoh kesuksesan yang bisa datang kepada siapa pun. (foto: YouTube Cinta Quran TV)
Aditya Pratama

JAKARTA, iNews.id - Kisah Nurul Atik, mantan OB jadi pengusaha sukses merupakan salah satu contoh kesuksesan yang bisa datang kepada siapa pun. Meski pun pekerjaan pertamanya sebagai cleaning service atau office boy (OB), hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk mencapai kesuksesan seperti saat ini.

Nurul Atik merupakan pemilik sekaligus CEO Rocket Chicken, gerai makanan cepat saji. Namun, sebelum menjadi sukses seperti sekarang, Atik bekerja sebagai OB di restoran makanan cepat saji California Fried Chicken (CFC). 

"Memang saya dulu OB atau cleaning service di salah satu restoran. Prinsip saya kalau itu kerjaan apa pun kalau itu kita cintai, kita sayangi, kita tekuni, kita rawat itu kan Insya Allah pekerjaan itu akan memberikan kasih sayang kepada kita," ujar Atik dikutip dari YouTube Cinta Quran TV, Rabu (16/2/2022).

Atik menyebut, setelah lulus SMA dia sempat tidak bekerja atau menganggur selama hampir dua tahun. Setelah mencari pekerjaan, akhirnya dia mendapatkan pekerjaan tersebut meski sempat mendapat penolakan dari orang tua. Tidak hanya itu, saat bekerja pun dia sempat mendapatkan ejekan dari salah satu pengunjung.

"Saya sempat ngepel diejek, diinjek-injek, pakai topi dibilang 'kok kerja pakai topi, kan di ruangan AC, emang panas?'. Tapi ini adalah kerjaan saya, kalau saya ga pakai uniform kan saya ga bisa kerja," kata dia.

Setelah menjalani pekerjannya tersebut, kisah Nurul Atik, mantan OB jadi pengusaha sukses dimulai, di mana Atik diangkat sebagai Area Manager CFC. Menurutnya, di tempat dia bekerja tersebut memberikan kesempatan jenjang karir bagi siapa pun, termasuk dirinya.

Tak ingin stagnan, Atik mencoba berbagai bisnis lainnya mulai dari franchise ayam goreng dan menjual pisang goreng dan tahu sumedang di pinggir jalan.

"Di situ muncul titik jenuh, saya pikir bahwa saya masih muda, jangan sampai kita di zona nyaman terus, kita harus berani. Almarhum bapak saya sebagai motivator saya," ucapnya.

Menurut Atik, dengan berjualan gorengan di pinggir jalan itu menjadi salah satu menguji mental untuk jadi pengusaha sukses. Pada Februari 2010, Atik mendirikan Rocket Chicken dibantu 9 orang staf di tempat sebelumnya dia bekerja.

Saat ini, Rocket Chicken mempunyai sekitar 1.000 outlet yang tersebar di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan wilayah lain di Pulau Jawa.

"Terakhir (per 2021) ada 1.000 cabang, berarti per tahun 100 cabang. Total karyawan mungkin mendekati hampir 10.000. (Outlet) paling banyak Jawa Tengah dan DIY, memang Rocket itu per kota kalau sudah penuh kita pindah kota lagi, jadi di Indonesia yang belum di Sulawesi, Aceh, Papua," tuturnya.

Sampai akhir tahun lalu, Atik menyebut pihaknya sedang fokus untuk menggencarkan outlet Rocket Chicken di wilayah Jawa Barat bahkan wilayah Jabodetabek. Setelah itu, pihaknya juga ingin melebarkan sayapnya hingga Sulawesi.

"Saya sampai akhir tahun (2021) masih fokus Jawa Barat. Kalau ga bisa masuk Jabodetabek, saya masuk Sulawesi karena sebetulnya permintaan Sulawesi banyak sekali, tapi kita mau fokus di kota ini dulu (Jawa Barat dan Jabodetabek)," ujar Atik.

Sejak menjabat Area Manager, Atik memiliki prinsip jika terlebih dahulu memikirkan orang lain, maka akan ada timbal balik yang dahsyat ke dirinya. Menurutnya, staf adalah aset yang sangat berharga, dan kalau tidak ada kesejahteraan, berarti ada kesalahan di tim manajemen. 

Hal tersebut pun dia bawa saat memimpin Rocket Chicken, di mana dia menyisihkan keuntungan perusahaan ke dana ibadah. Dana ibadah ini dia gunakan untuk memberangkatkan pegawainya beribadah umrah.

"Tahun 2019 terakhir sekitar 45-50 orang (yang berangkat umrah). (Setelah dua tahun pandemi) saya hitung-hitung itu sekitar 250an orang (akan berangkat umrah), kalau bisa dipenuhin satu pesawat semua," ucap Atik.

Itu tadi kisah Nurul Atik, mantan OB jadi pengusaha sukses. Semoga kisahnya menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin memulai bisnis.


Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT