Logo Badan Energi Dunia atau International Energy Agency (IEA). (Foto: Istimewa)
Jeanny Aipassa

PARIS, iNews.id - Badan Energi Dunia atau International Energy Agency (IEA) memperkirakan defisit pasokan minyak mentah akibat konflik Rusia-Ukraina akan dimulai pada April 2022.   

"Dunia akan mengalami defisit pasokan 700.000 barel per hari pada kuartal kedua, dimulai April 2002," bunyi pernyataan IEA, seperti dikutip Reuters, Sabtu (19/3/2022).

IEA menyatakan defisit pasokan minyak dunia disebabkan produksi minyak Rusia yang mencapai 3 juta barel per hari (bph) tak menemukan jalan untuk diperdagangan di pasar akibat sanksi Barat. 

Selain itu, Konflik Rusia-Ukraina telah memperburuk kapasitas produksi yang melebar, di mana produsen utama minyak dari negara-negara OPEC+Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) juga tidak sepenuhnya membuka keran dan menaikkan produksi. 

Kondisi itu, semakin diperparah karena Amerika Serikat dan Kanada juga diperkirakan tak akan meningkatkan produksi minyak untuk mengatasi  kekurangan pasokan global.

"Krisis pasokan minyak dunia akan mulai terasa di kuartal II 2022. Semakin banyak pembeli yang menunda kontrak dan menghindari minyak Rusia," ungkap IEA. 
      
Beberapa pembeli Eropa tampaknya menghindari minyak Rusia untuk menjaga reputasi terkait sanksi Barat ke Rusia terkait dengan invasi yang dilakukan negara itu ke Ukraina. 


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT