Ilustrasi kilang minyak. (Foto: Istimewa)
Dinar Fitra Maghiszha

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak mentah dunia terus melonjak dan menembus rekor barunya pada perdagangan Rabu, (6/10/2021). Kekhawatiran global tentang pasokan energi yang ketat terutama minyak mentah, gas alam, dan batu bara masih menjadi penggerak pasar komoditas.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka menguat (0,03 persen) di 78,95 dolar Amerika Serikat (AS), pukul 09:25 WIB. Range harga tertinggi yang mampu diraih WTI berada di 79,17 dolar AS. Adapun penguatan WTI mendekati level tertingginya sejak 2014

Selanjutnya minyak mentah Brent berjangka sempat menembus level tertingginya sejak 2018. Brent terpantau mampu melesat hingga 82,77 dolar AS, sebelum akhirnya mengalami koreksi (-0,15 persen) di 82,59 dolar AS. Namun pergerakan Brent membentuk tren penguatan di atas 80 dolar AS.

"Harga minyak mentah memperpanjang kenaikannya karena investor khawatir mengenai ketatnya pasar akibat kriris energi yang meningkatkan permintaan," kata ANZ dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Rabu (6/10/2021).

Pada Senin lalu (4/10), OPEC dan sekutunya setuju untuk mempertahankan kesepakatan Juli mereka dengan meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari setiap bulan hingga setidaknya April 2022.

Hal ini dilakukan untuk mengisi kekurangan produksi yang diperkirakan mencapai 5,8 juta barel per hari sejak pandemi Covid-19.

"Peningkatan dari OPEC dan sekutunya jauh di bawah ekspektasi pasar mengingat krisis energi di seluruh dunia. Tidak mengherankan, ada spekulasi bahwa OPEC akan dipaksa untuk bergerak jika permintaan terus melonjak sebelum pertemuan selanjutnyam," lanjut catatan itu.

Pada akhir bulan lalu, Joint Technical Committee OPEC+ mengatakan pihaknya memperkirakan defisit pasokan 1,1 juta bph pada tahun ini dapat berubah menjadi surplus 1,4 juta bph pada tahun depan.

Seperti diketahui, harga minyak mentah telah melonjak lebih dari 50% tahun ini, yang membuat tekanan inflasi semakin dikhawatirkan oleh negara-negara konsumen terbesar seperti Amerika Serikat dan India.

Kendati sudah ada kesepakatan peningkatan produksi, OPEC+ masih menyimpan kekhawatiran bahwa gelombang Covid-19 keempat dapat menekan pemulihan permintaan.

Menilik pasokan AS baru-baru ini, American Petroleum Institute melaporkan peningkatan stok minyak menjadi 951.000 barel dalam sepekan terakhir hingga 1 Oktober 2021.

Laporan yang diumumkan Selasa (5/10) lalu tersebut juga mencatat bahwa persediaan bensin dan sejumlah bahan bakar lainnya juga ikut meningkat.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT