Elizabeth Holmes, salah satu miliarder yang bangkrut gara-gara tindakan kriminal. Foto: Reuters
Suparjo Ramalan

NEW YORK, iNews.id - Sejumlah miliarder berhasil mempertahankan kekayaan di tengah situasi sulit. Namun ada beberapa miliarder gagal dan mengalami kebangkrutan. 

Namun kebangkrutan yang dialami tidak hanya disebabkan karena investasi yang buruk, namun juga karena masalah kriminal. Bahkan, beberapa adalah penipu terkenal yang meraup miliaran dolar AS dengan berbohong kepada investor. 

Nah, berikut ini lima miliarder yang bangkrut akibat perbuatan kriminal yang dilakukan, dikutip dari 24/7 Wallst:

1. Elizabeth Holmes

Elizabeth Holmes pernah menjadi sampul majalah Forbes karena mendirikan startup revolusioner yang bernilai sekitar 9 miliar dolar AS. Namun, dia baru-baru ini dihukum karena melakukan penipuan. 

Holmes mengklaim perusahaannya, Theranos, sedang mengembangkan tes darah revolusioner yang dapat menguji ratusan penyakit dan kondisi hanya dengan beberapa tetes darah. Kenyataannya, perusahaan itu sama sekali tidak bisa melakukannya. Holmes saat ini sedang menunggu hukuman dan menghadapi ancaman hukuman 20 tahun penjara.

2. Bernie Madoff

Bernie Madoff merupakan salah satu scammers atau penipu paling terkenal dalam sejarah. Madoff menjalankan skema Ponzi terbesar sepanjang masa, menipu sekitar 17,5 miliar dolar AS dari investor. 

Pengawas dilaporkan telah memulihkan 13 miliar dolar AS dari uang yang dicuri. Madoff saat ini menjalani hukuman penjara selama 150 tahun. Pada awal 2020, dia meminta pembebasan, mengklaim hanya memiliki waktu kurang dari dua tahun untuk hidup karena gagal ginjal, namun permintaannya ditolak. Dia meninggal di penjara federal AS pada April tahun lalu pada usia 82 tahun.

3. Allen Stanford

Meskipun Allen Stanford tidak begitu dikenal seperti Bernie Madoff, dia memperoleh dan kehilangan kekayaannya dengan cara yang sama, melalui skema Ponzi. Dia menipu sekitar 18.000 orang, banyak dari mereka adalah pensiunan. 

Skemanya dilaporkan mengambil lebih dari 7 miliar dolar AS. Setelah skemanya terungkap, kekayaan bersih Stanford turun menjadi nol. Dia dijatuhi hukuman 110 tahun penjara karena perannya dalam skema tersebut. Berbeda dengan Madoff, beberapa korban Stanford mendapatkan pengembalian uang mereka.

4. Eike Batista

Pernah menjadi orang terkaya ketujuh di dunia, miliarder minyak Eike Batista adalah wajah dari booming ekonomi Brasil pada 2012. Urusan bisnis Bastista mulai terurai ketika perusahaan minyaknya, OGX, tidak dapat memenuhi produksi yang dijanjikan, dan investor menarik uangnya. 

Setelah kekayaannya semakin menurun ketika ekonomi Brasil mengalami kejatuhan, Batista mengajukan kebangkrutan. Namun penyelidik menemukan Batista terlibat dalam skandal suap yang menjatuhkan banyak politisi paling terkemuka di Brasil, dan dia didakwa dengan pencucian uang. 

Dia dijatuhi hukuman 30 tahun penjara karena korupsi dan pencucian uang dan menerima hukuman tambahan delapan tahun pada 2019 karena manipulasi pasar.

5. Vijay Mallya

Pengusaha India Vijay Mallya mengambil alih bisnis minuman keras ayahnya pada usia 28 dan mengubahnya menjadi perusahaan besar, mengumpulkan kekayaan bersih senilai 1,5 miliar dolar AS. Dia kemudian mengambil alih Kingfisher Airlines tetapi mengakumulasi sejumlah besar utang untuk mencoba mendukung bisnis. 

Pada 2012, dia dituduh melakukan pencucian uang dan penipuan senilai 1,3 miliar dolar AS. Dikejar oleh kreditur, Mallya melarikan diri dari India ke Inggris pada 2016. Sejak 2018, dia telah berjuang di pengadilan Inggris melawan ekstradisi. 

Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan kepada pemerintah India pada Oktober 2020 bahwa Mallya tidak akan dibawa kembali ke India sampai masalah hukum rahasia diselesaikan.


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT