Sri Lanka, salah satu negara yang bangkrut gara-gara terlilit utang. Foto: Reuters
Ikhsan Permana SP

JAKARTA, iNews.id – Sejumlah negara di dunia mengalami krisis ekonomi yang sangat parah hingga mengalami kebangkrutan. Salah satu penyebabnya karena terlilit utang luar negeri dan tidak mampu membayarnya alias gagal bayar. 

Beberapa kasus berikut ini bisa menjadi pelajaran bagi negara yang memiliki utang luar negeri yang besar, jika salah langkah berpotensi akan mengalami hal yang sama. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini beberapa negara yang bangkrut karena terlilit utang.

1. Sri Lanka

Negara di Asia, Sri Lanka baru-baru ini menyatakan bangkrut setelah gagal membayar utang luar negerinya. Pemerintah Sri Lanka pada 12 April 2022 lalu mengumumkan gagal bayar utang luar negeri sebesar 51 miliar dolar AS atau setara Rp732 trilliun. 

Krisis terburuk yang dialami Sri Lanka ini terjadi sejak akhir Maret 2022. Setelah negara menyatakan bangkrut, pemerintah mendesak warganya yang berada di luar negeri untuk mengirim uang demi membantu membeli kebutuhan pokok dan bahan bakar. 

Sementara kesulitan ekonomi mendorong warganya melakukan protes dan menuntut Presiden Gotabaya Rajapaksa mengundurkan diri. Sementara para menteri mengundurkan diri secara massal dan gubernur bank sentralnya juga melakukan hal yang sama lantaran gagal memulihkan perekonomian negara itu. 

2. Zimbabwe

Zimbabwe terlilit utang hingga 4,5 miliar dolar AS pada 2008. Tingkat pengangguran di negara ini juga tidak terkendali hingga 80 persen. 

Tak hanya itu, masyarakat Zimbabwe juga berhenti membayar pajak dan tidak menggunakan mata uangnya sebagai alat transaksi. Negara di Afrika bagian selatan ini juga mengalami hiperinflasi. 

Bahkan, studi yang dilakukan Yale University menunjukkan Zimbabwe sebagai negara dengan kemerosotan ekonomi tercepat di dunia. Dan setelah mengalami krisis ekonomi buruk, negara ini menyatakan kebangkrutan pada 2009. 

3. Ekuador

Negara eksportir pisang terbesar di dunia ini dinyatakan bangkrut berkali-kali sejak lepas dari Gran Colombia pada 1830. Ekuador bangkrut karena mewarisi banyak utang hasil dari korupsi pemerintahan di masa lalu. Negara ini mengalami krisis karena kebijakan neo-liberal yang didorong pemerintah Amerika Serikat (AS). 

pada 2008, Ekuador mkembali terlilit utang sebesar 10 miliar dolar AS dan meski sebenarnya mampu membayar namun  memilih untuk tidak membayarnya. Hal ini lantaran pemerintah menganggap utang tersebut adalah hasil dari pemerintah sebelumnya yang korup.

4. Yunani

Yunani mengalami gagal bayar utang sebesar 22 miliar kepada IMF dan secara resmi menyatakan bangkrut pada 2015 lalu. Adapun total utang negara ini tercatat sebesar 360 miliar dolar AS. 

Kondisi tersebut makin parah lantaran jumlah tunawisma di negara itu melonjak 40 persen terimbas krisis ekonomi yang melanda sejak 2010. Negara ini mendapat talangan dana dari IMF, namun harus melakukan penghematan ketat selama bertahun-tahun. 

5. Argentina

Argentina bangkrut setelah dinyatakan gagal bayar karena tidak bisa melunasi utang ke kreditur pada 2001. Penyebab kebangkrutan karena kebijakan pemerintah Argentina yang mematok 1 dolar AS sama dengan 1 peso Argentina. 

Tidak akuratnya nilai mata uang Argentina dengan dolar AS membuat masyarakat panik dan menarik uang mereka di bank. Negara ini pun harus mengumpulkan seluruh kreditur dan merestrukturisasi utang yang nilainya mencapai 100 dolar AS pada 2005 dan 2010.

6. Venezuela

Pemerintah Venezuela tidak mampu membayar seluruh utangnya pada 2017. Pemerintah dan perusahaan minyak negara ini akhirnya memutuskan meminta restrukturisasi terhadap pembayaran utang. 

Venezuela tercatat memiliki utang kepada sejumlah negara, antara lain China dan Rusia. Sementara itu, perusahaan minyak negara telah membayar utang sebesar 1,1 miliar dolar AS. Nominal ini adalah angka yang cukup besar bagi sebuah negara yang hanya memiliki dana sebesar 10 miliar dolar AS di bank mereka. 


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT