PBB peringatkan Presiden Rusia Vladimir Putin, jutaan orang akan tewas jika pelabuhan Ukraina tetap diblokir. Foto: Reuters
Dinar Fitra Maghiszha

NEW YORK, iNews.id - Kepala Program Pangan Dunia PBB David Beasley memohon kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membuka kembali pelabuhan Laut Hitam Ukraina sebelum bencana global terjadi. 

"Jutaan orang di seluruh dunia akan tewas karena pelabuhan-pelabuhan diblokir," kata dia, dikutip dari CNN Business, Jumat (13/5/2022). 

"Jika Anda memiliki hati untuk seluruh dunia, terlepas dari bagaimana perasaan Anda tentang Ukraina, Anda perlu membuka pelabuhan-pelabuhan itu," imbuhnya. 

Pengiriman hasil pertanian penting dari Ukraina, yang dikenal sebagai lumbung pangan dunia, tertahan di negara yang dilanda perang itu karena pelabuhan Odessa dan pelabuhan-pelabuhan tetangganya telah diblokir oleh pejabat Rusia. Beasley mengatakan, pelabuhan harus beroperasi dalam 60 hari ke depan atau ekonomi pertanian-sentris Ukraina akan hancur.

"Jika Anda tidak menyelesaikan dan membuka masalah pelabuhan ini, ekonomi Ukraina benar-benar runtuh.  Ukraina menjadi terkurung daratan seperti Moldova. Pelabuhan sangat penting," ujar Beasley pada konferensi SABEW di New York.
 
Menurut Departemen Pertanian AS, Ukraina merupakan salah satu dari lima eksportir global teratas untuk berbagai produk pertanian utama, termasuk jagung, gandum dan jelai. Ukraina juga pengekspor utama minyak bunga matahari dan makanan. Pada 2021, produk pertanian menyumbang 41 persen dari total ekspor Ukraina.

Presiden AS Joe Biden membahas kejutan pasokan makanan global yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina, dengan mencatat sekitar 20 juta ton biji-bijian terjebak di Ukraina.

"Jika bijian berton-ton itu tidak sampai ke pasar, banyak sekali orang di Afrika yang akan mati kelaparan karena Ukraina adalah satu-satunya pemasok sejumlah negara Afrika," ujarnya.

Sementara itu, setelah Rusia berjanji untuk menjatuhkan sanksi pada 31 perusahaan energi asing pada Rabu (11/5/2022) lalu, seorang pejabat tinggi di Jerman pada Kamis (12/5/2022) menuduh Rusia menggunakan energi sebagai "senjata".

Ditanya apakah Rusia juga mempersenjatai makanan, Beasley mengatakan, itu akan terjadi jika pelabuhan tidak segera dibuka kembali. 

Tetapi membuka blokir pelabuhan tidak akan mudah. Tidak hanya karena dipertahankan oleh ranjau dan kapal perang, Beasley mengatakan, militer Ukraina khawatir pembukaan kembali pelabuhan akan memungkinkan Rusia menyerang Ukraina melalui pelabuhannya.

"Para pemimpin dunia harus menekan Rusia sedemikian rupa sehingga kita dapat memiliki netralitas mutlak untuk memindahkan pasokan masuk dan keluar dari Odessa," ucap Beasley.


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT