Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat memberikan Keterangan Pers Rapat Terbatas Evaluasi PPKM di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/7/2022). (Foto: Istimewa)
MNC Media

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, mengatakan vaksin booster juga menjadi syarat untuk jemaah haji yang kembali dari Tanah Suci. 

Menurut dia, langkah itu dilakukan karena dalam beberapa minggu terakhir terjadi kenaikan kasus konfirmasi harian di beberapa negara, termasuk di Indonesia, yang utamanya disebabkan virus Covid-19 Omicron subvarian baru BA.4 and BA.5.

"Pemerintah terus mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 jenis Omicron subvarian baru BA.4 and BA.5 dengan terus menggencarkan proses vaksinasi Dosis-3 atau Booster, karena di beberapa negara mengalami peningkatan kasus harian Covid-19 yang cukup tinggi," kata Menko Airlangga, dalam Keterangan Pers Rapat Terbatas Evaluasi PPKM di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/7/2022).

Adapun beberapa negara yang mengalami peningkatan kasus harian Covid-19 yang cukup tinggi per 17 Juli 2022 yakni antara lain: 

- Amerika (lebih dari 135.000 kasus)
- Perancis (lebih dari 127.000 kasus)
- Jepang (lebih dari 89.000 kasus)
- Australia (lebih dari 42.000 kasus)
- Inggris (lebih dari 27.000 kasus)
- India (lebih dari 18.000 kasus)
- Singapura (lebih dari 9.000 kasus)

Menurut dia, di Indonesia, rata-rata Kasus Harian dalam seminggu terakhir (7DMA) sebanyak 3.378 kasus. Kasus beberapa negara meningkat bersamaan dengan munculnya Subvarian BA.5, sedangkan India karena kemunculan Subvarian baru BA.2.75.

Transmisi Komunitas (TK) di Indonesia naik hingga mencapai angka 8,75 per 100.000 penduduk per minggu, namun dari ketiga indikator (jumlah kasus, rawat inap dan kematian) masih berada di Level 1 (TK Level 1 Standar WHO yaitu jumlah kurang <20 kasus, Rawat Inap <5 kasus, Kematian <1 per 100.000 penduduk per minggu). 

Sedangkan untuk tingkat Rawat Inap RS masih rendah di angka 0,62 dan tingkat
kematian juga masih rendah di angka 0,02 per 100.000 penduduk per minggu. Untuk data per Provinsi, DKI Jakarta di Level 3, Banten di Level 2, dan semua Provinsi yang lain (32 Provinsi) tetap berada di Level 1.

Angka Reproduksi Efektif (Rt) tingkat nasional cukup tinggi, namun sudah menunjukkan tren menurun dalam 3 minggu terakhir, yakni dari 1,27 ke 1,26 dan per 14 Juli di angka 1,24. Meski demikian, Rt di semua Pulau masih berada di atas 1,00 yang menunjukkan bahwa laju penularan kasus Covid-19 masih cukup tinggi. 

"Perlu diwaspasai Rt beberapa wilayah di luar Jawa-Bali memperlihatkan tren kenaikan misalkan Sumatera dari 1,23 menjadi 1,29, lalu Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dari 1,16 menjadi 1,18, dan Maluku, Papua dari 1,06 menjadi 1,08," ungkap Menko Airlangga.

Per 17 Juli 2022, penambahan Kasus Harian Nasional sebanyak 3.540 kasus yang dikontribusikan dari Jawa-Bali sebanyak 3.368 kasus (95,15 persen) dan luar Jawa-Bali sejumlah 172 kasus (4,85 persen), yang berasal dari transmisi lokal sebanyak 3.527 kasus dan PPLN sejumlah13 kasus. 

Positivity-Rate harian secara nasional cukup tinggi 5,82 persen (di atas standar WHO sebesar 5 persen). Sedangkan, Kasus Kematian tercatat rendah, yakni di luar Jawa-Bali tidak ada kasus, dan secara nasional terdapat 10 kasus.

Menko Airlangga mengatakan, belum terdapat tren kenaikan kasus yang signifikan di luar Jawa-Bali. Dari sejumlah 27.550 Kasus Aktif Nasional, proporsi Jawa-Bali
sebesar 94,23 persen atau 25.959 kasus aktif, sedangkan luar Jawa-Bali sebesar 5,77 persen dari total Kasus Aktif Nasional atau sebanyak 1.591 kasus aktif.

Dia mengungkapkan, penambahan kasus harian masih relatif rendah dan landai pada 27 Provinsi di luar Jawa-Bali. Ada 3 Provinsi di luar Jawa-Bali dengan Kasus Aktif tertinggi dan mencapai di atas 100 kasus aktif, yaitu Sumatera Utara (262 kasus aktif), Kalimantan Selatan (216 kasus aktif), dan Kalimantan Timur (130 kasus aktif). 

"Terdapat 6 Provinsi yang kasus aktifnya sangat rendah (di bawah 10 kasus aktif), yaitu Gorontalo, Kalimantan Utara, Bengkulu, Aceh, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara,” ujar Menko Airlangga. 

Di tingkat Kabupaten/Kota di luar Jawa-Bali, Kasus Aktif tertinggi di Kota Medan (144 kasus aktif), Banjarmasin (90 kasus aktif), dan Palembang (68 kasus aktif). Sedangkan, kenaikan Kasus Aktif tertinggi dalam minggu ini di luar Jawa-Bali terjadi di Kabupaten Belitung dan Kota Pangkal Pinang (Provinsi Kepulauan Bangka Belitung), yaitu dari semula hanya 1 dan 2 kasus aktif, meningkat menjadi 29 dan 30 kasus aktif.

Kemudian, dari data Level Asesmen situasi Covid-19 per 16 Juli 2022, terdapat 1 Kabupaten/Kota di luar Jawa-Bali dengan Level Asesmen TK-2 yaitu Kota Palangkaraya (Provinsi Kalimantan Tengah). Adapun yang lain sebanyak 385 Kabupaten/Kota di luar Jawa-Bali masih tetap berada pada Level TK-1.

“Terlepas dari adanya sedikit peningkatan Kasus Konfirmasi Harian yang terjadi, namun tingkat BOR (Isolasi dan ICU) di seluruh Provinsi masih dalam tingkat yang aman, secara nasional BOR di kisaran 4 persen," tutur Menko Airlangga.

Untuk Pemberlakuan PPKM di luar Jawa-Bali, lanjutnya, masih berlaku periode 5 Juli sampai dengan 1 Agustus 2022 mendatang, sesuai dengan Inmendagri Nomor 34 Tahun 2022 yaitu 385 Kabupaten/Kota di Level 1 dan hanya 1 Kabupaten di Level 2. 


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT