Penunjuk jalan Wall Street, di New York, Amerika Serikat. (Foto: Reuters)
Jeanny Aipassa

NEW YORK, iNews.id - Bursa Saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagngan Jumat (9/9/2022) waktu setempat atau Sabtu (10/9/2022) dini hari WIB. 

Penguatan Wall Street ditopang oleh reli saham-saham sektor teknologi, dan sentimen pasar yang menurun terhadap kekhawatiran akan prospek ekonomi Amerika Serikat seiring lonjakan inflasi. 

Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 377,19 poin atau 1,19 persen ke level 32.151. Indeks S&P 500 naik 61,18 poin atau 1,53 persen menjadi 4.067. Sedangkan Nasdaq Composite Index melonjak 250,18 poin atau 2,11 persen ke level 12.112.

Untuk perdagangan pekan ini, Dow Jones tercatat menguat 2,7 persen, S&P 500 naik 3,6 persen, dan Nasdaq melonjak 4,1 persen. Penguatan tersebut sekaligus menghentikan penurunan beruntun 3 indeks utama Bursa AS selama tiga minggu terakhir. 

Saham raksasa teknologi besar, termasuk Meta Platforms, Amazon, Apple, Netflix, dan Alphabet, induk perusahaan Google, semuanya ditutup menguat. 

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dipimpin sektor jasa komunikasi dan energi yang masing-masing menguat 2,53 persen dan 2,38 persen.

Pelaku pasar mulai mengevaluasi keputusan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) yang akan mengadakan pertemuan di akhir bulan ini. 

Selama diskusi yang diselenggarakan oleh Cato Institute pada Kamis (8/9/2022), Gubernur The Fed, Jerome Powell, kembali mengungkapkan komitmen bank sentral untuk melakukan langkah agresif melawan inflasi. 

Hal itu sekaligus mempertegas pernyataan Deputi Gubernur The Fed, Lael Brainard, bahwa suku bunga mungkin tetap restriktif untuk beberapa waktu.

"The Fed telah memperjelas bahwa prioritasnya adalah memerangi inflasi, bahkan dengan mengorbankan kesulitan ekonomi. Ini kemungkinan akan mengarah pada volatilitas pasar lebih lanjut," kata analis UBS dalam sebuah catatan pada Jumat (9/9/2022). 

Para analis menilai pemulihan Wall Street minggu ini lebih terkait dengan overselling sebelumnya karena ketidakpastian tetap tinggi tentang inflasi dan agresivitas The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan. 

"Ini semua bersifat teknis. Tidak mengherankan kami mendapatkan sedikit lonjakan seperti yang kami dapatkan di sini," kata Jack Janasiewicz, pemimpin strategi portofolio dan manajer portofolio di Natixis Investment Managers Solutions.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT