Matahari Department Store mengumumkan akan membeli kembali atau buyback saham Perseroan sebanyak-banyaknya 10 persen, dan menyiapkan dana sebesar Rp500 miliar. (foto: SINDOnews)
Anggie Ariesta

JAKARTA, iNews.id - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mengumumkan akan membeli kembali atau buyback saham Perseroan. Rencananya, buyback saham sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal disetor dan ditempatkan.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah saham yang akan dibeli kembali maksimal 262.614.878 lembar saham. Paling lambat buyback dilakukan hingga 3 Mei 2022.

Matahari Department Store menyiapkan dana buyback saham sebesar Rp500 miliar. Dana buyback saham itu termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya.

“Perseroan akan membatasi harga maksimal pembelian kembali saham 2022 sebesar Rp4.700 per saham,” tulis keterangan manajemen LPPF dikutip, Senin (7/2/2022).

Pembelian kembali saham pada 2022 akan dilakukan baik melalui bursa atau di luar bursa dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perseroan memperkirakan tidak ada dampak signifikan atas biaya pembelian kembali saham, dan tidak ada penurunan pendapatan Perseroan secara signifikan sebagai akibat dari pelaksanaan buyback saham 2022.

"Pelaksanaan pembelian kembali saham 2022 diharapkan tidak akan memengaruhi kegiatan usaha dan operasional perseroan dikarenakan Perseroan telah memiliki modal kerja yang cukup untuk menjalankan kegiatan usaha Perseroan,” tulis keterangan manajemen.

Matahari Department Store menyebut bahwa pasar saat ini kurang dinilai dan diharapkan pembelian kembali saham 2022 akan meningkatkan nilai pasar Perseroan.

Pada penutupan perdagangan Jumat (4/2/2022), saham LPPF melonjak 3,19 persen ke posisi Rp3.880 per saham. Saham LPPF dibuka turun 10 poin ke posisi Rp3.750 per saham.

Saham LPPF berada di level tertinggi Rp3.950 dan terendah Rp3.750 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.872 kali dengan volume perdagangan 54.551. Nilai transaksi Rp20,9 miliar.


Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT