Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
Rina Anggraeni

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, bakal menggelar konferensi pers mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk wilayah Jawa dan Bali.  Sepeti diketahui Menko Luhut telah ditunjuik Presiden Joko Widodo untuk menjadi Koordinator Pelaksaanaan PPKM Darurat.

"Ya rencanyanya (jumpa pers, Red) sekitar pukul 13.30 WIB," kata Juru Bicata Menko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, saat dihubungi, Kamis (1/7/2021).

Seperti telah diumumkan Presiden Joko Widodo, periode penerapan PPKM Darurat berlangsung selama hampir 3 minggu, mulai 3-20 Juli 2021 dengan target penurunan penambahan kasus konfirmasi <10.000 kasus per hari. 

Cakupan area 48 Kabupaten/Kota dengan asesmen situasi pandemi level 4 dan 74 Kabupaten/Kota dengan asesmen situasi pandemi level 3 di Pulau Jawa dan Bali.

Untuk mencapai target tersebut, sejumlah pengetatan akan dilakukan dalam PPKM Darurat, yaitu : 

1. 100 persen bekerja dari rumah atau Work from Home (WFO) untuk sektor non essential
2. Seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring
3. Untuk sektor essential diberlakukan maksimum 50 persen staf WFO dengan protokol kesehatan, dan untuk sektor kritikal
diperbolehkan maksimum 100 persen staf WFO dengan protokol  kesehatan. 

Adapun cakupan sektor essential adalah keuangan dan perbankan,
pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan  komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid19, serta industri orientasi ekspor. 

Sedangkan cakupan sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional,  penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (seperti listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Selama penerapan PPKM Darurat, mall dan pusat perbelanjaan ditutup. Hanya supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari yang beroperasi, namun dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen (lima puluh persen). Untuk apotik dan toko obat bisa buka full selama 24 jam.

Pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in). Semuanya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, alias tidak boleh menimbulkan kerumunan atau antrian. 



Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT