Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (foto: Youtube Kemenko Perekonomian)
Michelle Natalia

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mendorong negara-negara anggota G20 mewujudkan komitmen mengatasi tantangan pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.  

Hal itu, disampaikan Sri Mulyani dalam sambutannya di hadapan para delegasi dalam 1st FMCBG Indonesia G20 Presidency 2022 hari ini, Kamis (17/2/2022). 

Menurut Menkeu, ekonomi global telah pulih, tetapi pemulihannya tidak merata. "Sejak terakhir kali kita bertemu, ekonomi global terus pulih, tetapi ada faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pemulihan ini," kata Sri Mulyani.

Dia menjelaskan, faktor-faktor yang mempengaruhi ini termasuk konsumsi yang lebih tinggi dan harga energi, potensi kenaikan suku bunga, ancaman Covid-19 varian baru, gangguan rantai pasok, bencana alam akibat perubahan iklim, dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

"Setelah kontraksi sebesar 3,3 persen pada tahun 2020, IMF memproyeksikan bahwa ekonomi global akan tumbuh sebesar 5,9 persen pada tahun 2021 dan moderat menjadi 4,4% pada tahun 2022," ujar Sri Mulyani.

Dia mengungkapkan, munculnya varian baru Omicron juga berkontribusi pada peningkatan ketidakpastian dalam ekonomi global. Seperti varian Covid-19 sebelumnya, Omicron juga mempengaruhi negara pada waktu yang berbeda. 

Divergensi kapasitas untuk mengatasi pandemi Covid-19, termasuk peluncuran vaksin di seluruh negara, merupakan faktor utama yang menyebabkan pemulihan yang tidak merata. Faktor-faktor ini, sebut Sri, tentu saja akan membentuk lanskap ekonomi global di depan.

"Indonesia telah menjadi Presiden G20 pada saat yang penuh tantangan. Di satu sisi, kita harus menindaklanjuti komitmen kita untuk mengatasi tantangan kesehatan global untuk membantu negara mengelola dampak Omicron dan varian baru lainnya yang mungkin muncul," tutur Sri Mulyani.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT