Deretan senjata rahasia militer dunia yang bisa menghancurkan sebuah negara, tampak Kim Jong Un menyaksikan langsung uji coba rudal Hwasong-12 pada 2017 (Foto: KCNA via Reuters)
Ajeng Wirachmi

JAKARTA, iNews.id - Daftar senjata rahasia militer dunia ini yang mampu menghancurkan sebuah negara ini menjadi perbincangan publik saat diuji coba, bahkan pernah digunakan untuk menghancurkan musuh. Ini karena kedahsyatan dari hantaman bom tersebut, termasuk di Perang Dunia II.

Beberapa negara terus berlomba menunjukkan dominasi di bidang persenjataan, di masa Perang Dunia I, II, Perang Dingin, bahkan sampai saat ini. Rusia, Amerika Serikat, China, bahkan Korea Utara (Korut), merupakan beberapa negara yang memiliki senjata militer rahasia mematikan. Seperti diketahui keempat negara itu memiliki senjata nuklir.

Guna mengerem ambisi dalam membuat senjata pemusnah massal, dua kekuatan besar, AS dan Rusia, membuat kesepakatan kontrol kepemilikan senjata nuklir atau disebut NEW START. Pada Februari lalu kedua negara menyepakati perpanjangan NEW START untuk 5 tahun mendatang. Di bawah kesepakatan ini, setiap negara tak boleh memiliki lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir strategis.

Selain itu, perkembangan persenjataan China dan Korut maju pesat. Bahkan Korut yang berada di bawah sanksi PBB tetap mengembangkan persenjataan nuklirnya, terutama setelah pembicaraan dengan AS menemui jalan buntu.

Berikut daftar 4 senjata rahasia militer dunia yang bisa menghancurkan sebuah negara:

1. Bom Atom (Amerika Serikat)

Tentara AS meluluhlantakkan dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, dalam jeda beberapa hari saja pada Agustus 1945 sekaligus menjadi permulaan berakhirnya Perang Dunia II. Bom atom pertama dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945, menewaskan sekitar 140.000 orang. Bom bernama Litle Boy itu dibawa pesawat pengebom B-29 Enola Gay yang dipiloti Paul W Tibbets. Tujuannya untuk memberikan efek kejut bagi Jepang. Pemerintah Jepang sama sekali tidak menduga salah satunya kotanya dijatuhi bom atom.

Tiga hari kemudian, bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki dengan jumlah korban mencapai 70.000 orang. Kali ini, bom nuklir dibawa pesawat B-29 Bock’s Car. Julukan untuk bom yang menyerang Nagasaki adalah ‘Fat Man’. Dalam sekejap, dua kota itu rata dengan tanah. 

2. Tsar Bomba (Rusia)

Bom hidrogen milik Rusia (saat itu masih bernama Uni Soviet) yang diakui terkuat sejagad raya, Tsar Bomba, diuji coba pada 1961 di Kepulauan Novaya Zemlya. Uji coba Tsar Bomba membuat Presiden AS saat itu John F Kennedy kelimpungan. Dia pun memutuskan untuk memulai perjanjian pengendalian senjata dengan Rusia. 

Tsar Bomba memiliki kekuatan 3.800 kali lebih besar dibandingkan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada 1945.  Situs berita Britannica menyebut senjata ini memiliki berat 27 ton dengan panjang sekitar 8 meter dan diameter 2 meter. 

Meskipun memiliki nama asli RDS-220, senjata ini lebih dikenal sebagai Tsar Bomba yang berarti raja dari segala bom. Senjata dibuat atas permintaan Nikita Khrushchev, pemimpin Uni Soviet yang berkuasa pada periode 1953-1964. Dia menginginkan adanya senjata nuklir baru dengan kekuatan super untuk merespons perlombaan selama Perang Dingin. Tokoh lain yang juga terlibat dalam pembuatan Tsar Bomba adalah Andrei Sakharov, seorang ahli nuklir Soviet. 

Tsar Bomba dijatuhkan oleh seorang pilot militer Rusia beranama Andrei Durnovtsev pada 30 Oktober 1961. Setelah menjalankan tugas itu, dia naik pangkat sebagai Letnan Kolonel. 

Pada 2020 atau hampir 60 tahun setelah uji coba, Rusia merilis rekaman video uji coba Tsar Bomba. Dalam rekaman tampak bom menghasilkan bola api besar cendawan setinggi 60 km yang menerangi langit. 

"Uji coba muatan hidrogen yang sangat luar biasa, mengonfirmasi bahwa Uni Soviet memiliki senjata termo-nuklir dengan kekuatan 50, 100 megaton, dan lebih banyak lagi," demikian narasi dalam video tersebut.

3. Senjata Nuklir dan Rudal (Korut)

Korut beberapa kali menguji coba senjata nuklir dan rudal sejak 1970-an dan masih berlangsung di masa pemerintahan pemimpin Kim Jong Un. Keputusan itu berbuah sanksi dari PBB serta negara besar lainnya, meski cucu pendiri Korut Kim Il Sung tersebut berjanji tak akan menggunakannya untuk menyerang negara lain, melainkan hanya untuk menjamin keamanan wilayahnya.

Uji coba senjata nuklir terbesar Korut berlangsung pada 2017, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM). Ini menandakan Korut memiliki kemajuan teknologi roket yang sangat baik. Rudal yang diuji bernama ‘Hwasong-12’ yang mampu melesat sejauh 4.500 km, bahkan diklaim bisa menjangkau daratan AS. Beberapa waktu kemudian, rudal lain yakni ‘Hwasong-14’ juga diuji coba, memiliki kemampuan jauh lebih besar dengan jangkauan hingga 8.000 km. Beberapa pengamat menyebut daya jelajahnya bisa ditingkatkan hingga 10.000 km. 

Pada 3 September 2017, Korut menguji coba senjata nuklir untuk keenam kali dan terbesar. Kelompok pemantau memperkirakan nuklir itu memiliki berat 250.000 ton yang berarti 16 kali lebih besar dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945. 

Badan Meteorologi Korea Selatan (Korsel) menyatakan, gempa bumi dengan skala kecil, bermagnitudo 2,5, mengguncang Korut, Rabu (29/1/2020) pagi. Aktivitas seismik itu diduga merupakan dampak uji coba senjata nuklir Korut. Gempa terjadi pukul 09.33 waktu setempat di Provinsi Hamgyong, tempat berdirinya fasilitas Uji Coba Senjata Nuklir Punggye-ri.

Pada 15 September atau kurang dari sepekan setelah PBB memberlakukan serangkaian sanksi kedelapan, Korut menembakkan rudal jarak menengah di atas wilayah Jepang. 

Pada 29 November, Korut meluncurkan ICBM baru, Hwasong-15, yang diklaim memiliki hulu ledak superbesar dan dapat menjangkau seluruh daratan AS. Para analis sepakat kemampuan roket pada rudal mampu mencapai daratan AS, namun mereka skeptis Korut bisa menguasai teknologi canggih yang memungkinkan roket bertahan saat memasuki atmosfer Bumi.

4. Rudal Hipersonik (China)

Negeri Tirai Bambu tak ingin ketinggalan dengan melakukan uji coba rudal hipersoniknya. Pada Agustus 2021 China menguji coba rudal hipersonik yang mampu mengitari Bumi. 

Para pengamat menggambarkan rudal ini sebagai senjata sangat cepat dan lebih andal dalam bermanuver. Hal ini bisa menjadi ancaman besar terhadap sistem pertahanan udara mana pun. Uji coba ini mengejutkan banyak pihak, termasuk intelijen AS. Rudal hipersonik ini memiliki kemampuan lesat 5 sampai 10 kali lebih cepat dibandingkan dengan suaranya. 

Meski demikian rudal itu masih meleset jauh dari target, setelah lebih dulu mengeliling Bumi.


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT