NCA menangkap seorang pengusaha kaya Rusia. (Foto: Reuters)
Umaya Khusniah

LONDON, iNews.id - Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) menangkap seorang pengusaha kaya Rusia. Dia dicurigai telah melakukan pencucian uang dan pelanggaran lainnya. 

NCA pada Sabtu (3/12/2022) mengatakan pria berusia 58 tahun itu termasuk satu dari tiga pria yang ditangkap oleh petugas  Combatting Kleptocracy Cell (CKC). Dia ditangkap pada Kamis (1/12/2022) di kediamannya di London.

Kantor berita Rusia melaporkan, Kedutaan Rusia di London telah meminta informasi dari Kementerian Luar Negeri Inggris tentang alasan dan keadaan pengusaha yang tak disebutkan namanya itu. 

"Pria itu ditahan karena dicurigai melakukan pencucian uang, konspirasi untuk menipu Kementerian Dalam Negeri dan konspirasi untuk melakukan sumpah palsu," kata NCA yang kerap disebut FBI-nya Inggris.

Polisi mengatakan, seorang pria berusia 35 tahun juga ditangkap di tempat itu setelah dia terlihat pergi dengan tas berisi uang tunai ribuan poundsterling. Selain itu, seorang mantan pacar pria dari mitra pengusaha itu juga ditangkap di properti itu. Namun ketiganya telah dibebaskan dengan jaminan.

Direktur Jenderal NCA Graeme Biggar mengatakan, CKC yang dibentuk awal tahun ini dibentuk untuk mengatasi upaya menghindari sanksi dan melawan elite korup. Adanya CKC berdampak signifikan pada aktivitas kriminal oligarki, penyedia layanan profesional yang mendukung mereka dan pihak yang terkait dengan pemerintah Rusia.

"Kami akan terus menggunakan semua kekuatan dan taktik yang tersedia untuk mengatasi ancaman ini," kata Biggar dalam sebuah pernyataan.

NCA mengatakan sejauh ini telah mengamankan hampir 100 "gangguan". Langkah ini digambarkan sebagai tindakan yang secara nyata untuk menghilangkan atau mengurangi ancaman kriminal dari elite yang terkait dengan Presiden Vladimir Putin dan pendukung mereka.

Ini termasuk sejumlah perintah pembekuan aset pada rekening yang dipegang oleh orang-orang yang terkait dengan sanksi Rusia. Inggris sejauh ini telah memberikan sanksi kepada lebih dari 1.200 orang dan lebih dari 120 entitas setelah invasi Rusia ke Ukraina.



Editor : Umaya Khusniah

BERITA TERKAIT