Pinggiran Kota Kharkiv, Ukraina serasa seperti kamar mayat ruang terbuka. (Foto: AP Photo)
Umaya Khusniah

KHARKIV, iNews.id - Pinggiran Kota Kharkiv, Ukraina serasa seperti kamar mayat ruang terbuka. Banyak mayat-mayat yang mulai membusuk bergelimpangan begitu saja tanpa diketahui identitas dan kronologi kematian. 

Ada tubuh seorang pria yang hangus yang tidak dapat diidentifikasi. Jasad itu disandarkan pada penghalang anti-tank yang terbuat dari balok-I di luar kota yang telah di bawah kendali kedua belah pihak dalam beberapa hari terakhir. 

Ada juga tentara yang tewas, tampaknya Rusia. Empat di antaranya diatur dalam huruf Z seperti simbol militer yang ditemukan pada kendaraan lapis baja Rusia, terlihat oleh drone Rusia yang terus-menerus berdengung di atas. Sebuah pintu apartemen terbuka dan tampak tiga mayat di dalamnya.

Kharkiv merupakan kota terbesar kedua di Ukraina. Kota ini terus menerus diserang Rusia sejak awal perang pada akhir Februari. Dengan meningkatnya serangan Rusia di timur, serangan gencar Rusia semakin ganas.

Kota ini dianggap sebagai lokasi yang strategis dan industri, wilayah di pinggiran kota timur. Pasukan Rusia dan Ukraina terus berseteru selama berminggu-minggu saat pertempuran bergeser dari desa ke desa. 

Banyak, tetapi tidak semuanya, dari 1 juta penduduk Kharkiv telah melarikan diri.

Wartawan Associated Press melihat mayat-mayat itu dibentuk menjadi huruf Z, mengenakan pita lengan putih yang biasa digunakan oleh tentara Rusia dan dengan beberapa peralatan medis Rusia di samping mereka. Mereka ditemukan di garis depan di mana pertempuran telah berlangsung selama berhari-hari.

Mereka, bersama dengan pria yang terbakar, dibawa ke kamar mayat pada Senin (2/5/2022). Tidak ada penjelasan untuk formasi Z — simbol invasi Rusia — atau tubuh yang terbakar yang disandarkan pada penghalang. 

Keduanya dapat dianggap sebagai kejahatan perang, karena tidak menghormati martabat orang mati. Selanjutnya penyelidikan atas identitas mereka segera dilakukan sebagai upaya untuk memberi tahu keluarga.

Satu hal yang sulit dijelaskan. Mayat seorang pria dengan lencana Ukraina ternyata memiliki surat-surat identitas seorang tentara Rusia. Apartemen tempat ketiga mayat itu ditemukan telah dihancurkan dengan peluru tajam, tetapi tidak jelas apa yang membunuh mereka.

Penembakan dan serangan udara menjadi ancaman harian bagi semua orang di sini. 

Sementara itu, Rusia sangat membatasi pelaporan di zona pertempuran. Pemerintah Ukraina telah memberlakukan batasan yang lebih longgar. 

Di Washington pada Senin, seorang pejabat senior pertahanan AS yang enngan menyebut nama mengatakan, pasukan Ukraina selama 48 jam terakhir berhasil mendorong pasukan Rusia lebih jauh dari Kharkiv. Rusia sekarang telah didorong sekitar 40 kilometer (25 mil) ke timur kota, lebih jauh ke wilayah Donbass.

Menurut Palang Merah, memutilasi mayat dalam konflik bersenjata internasional dicakup oleh kejahatan perang  lantaran dinilai melakukan penghinaan terhadap martabat pribadi di bawah Statuta Pengadilan Kriminal Internasional, yang menurut Elemen Kejahatan juga berlaku untuk orang mati.


Editor : Umaya Khusniah

BERITA TERKAIT