China akhirnya menyetujui penggunaan vaksin mRNA yang dikembangkan bersama BioNTech (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

BEIJING, iNews.id - Regulator obat China akan memberikan lampu hijau penggunaan vaksin Covid-19 berbasis mRNA yang biasa digunakan di luar negeri. Ini merupakan kali pertama China menggunakan vaksin Covid hasil kerja sama dengan lembaga asing.

Produsen farmasi berbasis di Shanghai, Fosun Pharma, menyatakan Badan Produk Medis Nasional (NMPA) baru-baru ini menyelesaikan tinjauan panel ahli dari vaksin mRNA yang dikembangkan bersama dengan perusahaan Jerman BioNTech.

Prouduk tersebut diberi nama BNT162b2 yang sebenarnya sama dengan vaksin Pfizer-BioNTech. Merek dagang di banyak negara menggunakan Comirnaty, namun di China akan disebut sebagai vaksin Fosun-BioNTech.

Pekan lalu, Fosun menyatakan BNT162b2 sedang menjalani tinjauan administratif. Pemimpin perusahaan Wu Yifang mengatakan vaksin ditargetkan mulai produksi untuk uji coba pada akhir Agustus.

Majalah Caixin, mengutip beberapa sumber yang dekat dengan NMPA, melaporkan, regulator sedang mempertimbangkan pemberian BNT162b2 sebagai booster kepada mereka yang sudah mendapatkan dua dosis suntikan sebelumnya. Namun tidak dijelaskan siapa yang akan diprioritaskan untuk mendapatkannya.

Sebagian besar vaksin yang dikembangkan di China, memanfaatkan virus yang tidak aktif, memiliki tingkat kemanjuran lebih rendah daripada yang dikembangkan di luar negeri, termasuk Pfizer dan AstraZeneca.

Komisi Kesehatan Nasional (NHC) menyatakan, hinga Selasa lalu otoritas sudah memberikan 1,4 miliar dosis vaksin Covid-19 di China.


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT