Lu Kang (kiri) menegaskan China mendukung sikap Indonesia soal agenda KTT G20 (Foto: Antara)
Antara

JAKARTA, iNews.id - China mendukung sikap Indonesia dalam kapasitasnya sebagai pemegang Presidensi G20 terkait isu perang Rusia dan Ukraina. Sebagaimana diketahui Indonesia tetap fokus pada tiga agenda utama termasuk pemulihan ekonomi terkait pandemi Covid-19, tidak memasukkan konflik.

“Kami juga mengetahui bahwa ada beberapa pihak yang ingin menambah isu Rusia dan Ukraina dalam agenda G20 tahun ini. Kami juga sudah mengetahui bahwa Indonesia menyampaikan pendiriannya bahwa G20 ada forum ekonomi dan finansial,” kata Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Kang, di Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Perang Rusia dan Ukraina memicu polarisasi negara-negara anggota G20, yakni ada yang mendukung sanksi terhadap Rusia serta berpihak kepada Ukraina atau sebaliknya. Ada pula dorongan agar keanggotaan Rusia dicabut.

“Kami sangat setuju Indonesia bisa mengabaikan gangguan-gangguan tersebut,” kata Lu.

Institusi multilateral, termasuk G20, lanjut dia, memiliki fungsi dan peran masing-masing serta fokus pada isu atau masalah tertentu.

“Kalau kita masukkan semua isu itu ke dalam instansi multilateral ini, akan mengganggu fungsinya. Itu juga tidak akan membantu instansi-instansi tersebut untuk berperan,” katanya.

Dia menambahkan Indonesia sudah mengusung tema yang bagus, yaitu “Recover Together, Recover Stronger” dalam Presidensi G20 serta menetapkan tiga agenda utama, yaitu arsitektur kesehatan dunia, transisi energi, dan transformasi digital. Isu-isu itu yang justru harus difokuskan dan didiskusikan oleh dunia.

Lu berharap Presidensi G20 Indonesia bisa membawa kesuksesan, baik dalam melaksanakan agenda-agenda yang telah ditentukan maupun membantu negara-negara di kawasan terkait beberapa isu internasional.

“Sebagai negara sahabat, kami benar-benar berharap bahwa G20 tahun ini bisa sukses dan kami berikan dukungan yang maksimum kepada Indonesia sebagai pemegang Presidensi G20,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah mengakui pecahnya konflik Rusia-Ukraina menjadi tantangan dalam Presidensi G20.

“Memang ini jadi tantangan tersendiri dalam G20,” katanya.

Menurut dia, tantangan itu di sisi lain juga relevan dalam tujuan G20, yakni untuk pulih dan menjadi kuat bersama.

“Ini menjadi relevan dengan program-program G20, yakni kita bangkit dari pandemi dan keterpurukan,” katanya.


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT