Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Sidang Umum PBB. (Foto: AFP)
Nathania Riris Michico

NEW YORK, iNews.id - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan Amerika Serikat (AS) untuk membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel serta terkait pemotongan bantuan atas Palestina.

Dia mengatakan keduanya merusak solusi dua negara atas konflik di Timur Tengah.

"Dengan semua keputusan ini, pemerintahan ini mengingkari semua komitmen AS sebelumnya, dan telah merusak solusi dua negara," kata Abbas, dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (28/9/2018).

"Saya memperbarui seruan saya kepada Presiden Trump untuk membatalkan keputusan dan kebijakannya mengenai Yerusalem, pengungsi, dan permukiman," tuturnya.

Perundingan perdamaian Israel-Palestina terakhir runtuh pada 2014. Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember dan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv pada Mei.

Palestina ingin mendirikan negara di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Israel merebut wilayah-wilayah itu saat perang Timur Tengah 1967 dan mencaplok Yerusalem Timur dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Sementara itu, pada Rabu (26/9/2018), Trump berjanji akan menghadirkan konsep perdamaian di Timur Tengah yang adil pada akhir tahun ini. Untuk pertama kalinya, dia mendukung konsep solusi dua negara, sebagaimana sudah dirintis oleh PBB sebelumnya.

"Saya suka solusi dua negara. Itulah yang menurut saya paling berhasil."

Trump juga yakin Palestina bersedia kembali ke meja perundingan, meskipun negaranya mendukung Israel. Menurut dia, mewujudkan solusi damai di Timur Tengah merupakan impiannya.


Editor : Nathania Riris Michico

BERITA TERKAIT