Abdul Ghani Baradar muncul dalam wawancara video dengan stasiun televisi pemerintah Afghanistan (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

KABUL, iNews.id - Wakil Perdana Menteri Afghanistan Abdul Ghani Baradar, Rabu (15/9/2021), muncul untuk pertama kali dalam wawancara video setelah dirumorkan tewas dalam bentrokan dengan rival di internal Taliban.

Pada kesempatan itu Baradar yang juga juru runding senior Taliban menyangkal laporan dirinya terluka apalagi tewas dalam bentrokan dengan faksi saingan di Taliban.

"Tidak, itu tidak benar. Saya baik-baik saja dan sehat," kata Baradar, dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah yang diunggah di akun Twitter.

Dia juga membantah laporan media bahwa ada perselisihan di internal Taliban soal pemilihan pejabat pemeritahan yang baru. 

"Tidak ada apa-apa di antara kami, itu tidak benar. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujarnya, menegaskan.

Dalam tayangan video Baradar duduk di sofa di sebelah kru yang mewawancarai dari stasiun televisi pemerintah RTA sambil membaca teks.

Sebelumnya, seorang pejabat komisi kebudayaan Taliban membantah isu tewasnya Baradar dan menyebutnya sebagai propaganda musuh. Pejabat Taliban dalam beberapa hari terakhir juga menyampaikan bantahan bahwa Baradar terluka.

Isu yang beredar kubu Baradar bentrok dengan anggota Jaringan Haqqani, kelompok konservatif di Taliban. Jaringan Haqqani merupakan kelompok garis keras Taliban yang dituduh bertanggung jawab atas serangan terhadap kepentingan Barat, termasuk AS.

Anas Haqqani, adik Menteri Dalam Negeri Sirajuddin Haqqani, juga sudah menyampaikan pernyataan di Twitter yang membantah laporan keretakan internal.

Baradar memang sejak lama tidak terlihat di depan umum. Dia juga tak ikut dalam rombongan delegasi yang bertemu dengan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di Kabul pada Minggu.

Baradar mengatakan dia dalam perjalanan ke tempat lain saat Menlu Qatar berkunjung.

Isu soal keretakan internal muncul terkait persaingan antara komandan militer di Taliban seperti Jaringan Haqqani dengan para pemimpin kantor politik di Doha, Qatar. Kelompok yang mengangkat nama Baradar ini memimpin upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT