Pasukan Bela Diri Jepang tengah melakukan parade militer, beberapa waktu lalu. (Foto: Reuters)
Ahmad Islamy Jamil

TOKYO, iNews.id – Menteri Pertahanan Jepang, Nobuo Kishi, setuju untuk meluncurkan saluran telepon (hotline) militer dengan China tahun depan. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Pemerintah Jepang pada Selasa (28/12/2021). 

Menteri Kishi dan Menhan China, Wei Fenghe, mengadakan panggilan video pada Senin (27/12/2021) kemarin. “(Dalam kesempatan itu) Menteri Pertahanan Jepang menekankan pentingnya stabilitas di Selat Taiwan,” kata Menteri Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno, hari ini.

Kabinet Jepang sebelumnya menyetujui belanja pertahanan sebesar 5,4 triliun yen atau sekitar Rp668 triliun dalam APBN tahun depan yang dimulai pada April 2022. Jumlah itu adalah rekor tertinggi dalam sejarah penyusunan anggaran militer Jepang. 

Menurut Reuters, dengan anggaran sebesar itu, Jepang ingin meningkatkan kemampuan pertahanan guna menangkap ancaman dari China. Besaran itu sekaligus menandai kenaikan anggaran pertahanan Jepang selama 10 tahun berturut-turut dan melebihi batas 1 persen dari produk domestik bruto. 

Belum lama ini, kabinet juga menyetujui penambahan anggaran pertahanan. Anggaran ini masih harus disahkan oleh parlemen terlebih dulu sebelum resmi disahkan pada 2022.

Meski mencapai rekor tertinggi, anggaran pertahanan Jepang masih jauh di Amerika Serikat. Data Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm mengungkap anggaran militer AS mencapai 778 miliar dolar atau sekitar Rp11.016 triliun untuk tahun 2020 dan China 252 miliar dolar atau sekitar Rp3.568 triliun.


Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT