Joe Biden mendukung penyelidikan serangan drone militer AS yang menewaskan 10 warga sipil (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendukung penyelidikan serangan drone di Afghanistan yang menewaskan 10 warga sipil, termasuk tujuh anak-anak. Militer AS melancarkan serangan drone pada 29 Agustus mengincar anggota ISIS-K yang dicurigai akan beraksi di bandara Kabul.

Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, Biden mendapat pengarahan Jumat pekan lalu soal hasil penyelidikan serangan drone pada 29 Agustus.

"Ada kesalahan yang dilakukan. Setiap nyawa yang hilan merupakan tragedi," kata Psaki, dikutip dari Reuters, Selasa (21/9/2021).

ISIS-K, kelompok yang berafiliasi dengan ISIS di Irak dan Suriah, bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan total lebih dari 100 orang sebelum serangan drone terjadi, 13 di antaranya merupakan tentara AS.

Dua serangan bom bunuh diri disertai penembakan brutal terjadi saat akses menuju Bandara Internasional Hamid Karzai disesaki oleh warga yang hendak meninggalkan Afghanistan setelah Taliban merebut pemerintahan. Puluhan anggota Taliban juga tewas dalam serangan tersebut.

Dalam pernyataan pada Jumat pekan lalu, militer AS meminta maaf atas peristiwa tersebut. Mereka menyebut jatuhnya korban jiwa dari warga sipil sebagai kesalahan tragis. Serangan drone itu seharusnya menyasar pelaku bom bunuh diri ISIS-K. 

Kepala Pusat Komando AS Frank McKenzie saat itu mengatakan, dia yakin serangan drone kala itu bisa mencegah ancaman terhadap pasukan AS di bandara Kabul.

“Namun, penyelidikan kami sekarang menyimpulkan bahwa serangan itu adalah kesalahan yang tragis,” kata McKenzie.

Menurut McKenzie, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) sedang mempertimbangkan pemulihan bagi keluarga korban. 


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT