Mahasiswa berdemonstrasi di depan kampus kedokteran di Mandalay, menentang kudeta militer (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

YANGON, iNews.id - Demonstrasi pecah di beberapa kota Myanmar, Kamis (4/2/2021), menentang kudeta militer yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi.

Kepolisian dan militer merespons aksi para aktivis tersebut dengan penangkapan. Setidaknya terjadi tiga penangkapan pada Kamis di kota terbesar kedua Mandalay.

Demonstrasi pada Kamis merupakan aksi turun ke jalan pertama sejak kudeta pada Senin (1/2/2021).

Penangkapan tersebut dikonfirmasi oleh aktivis mahasiswa dari tiga kelompok yang berada di Mandalay serta Yangon, seperti dikutip dari Reuters.

Sejauh ini belum ada keterangan dari kepolisian maupun militer.

Sebenarnya warga Myanmar juga sudah melakukan protes menentang kudeta, namun tidak dengan cara unjuk kekuatan massa di jalanan. Mereka memukuli perabot rumah seperti panci, alat dapur, hingga klakson mobil di Yangon pada Selasa (2/2/2021) malam. 

Memukul panci atau perabot lain merupakan bagian dari tari tradisional yang biasa dilakukan untuk mengusir kejahatan atau karma buruk.

Selain itu petugas medis dari setidaknya 20 rumah sakit pemerintah ikut bergabung dalam penolakan kudeta. Ada petugas medis yang menggunakan pakaian hazmat yang di bagian belakangnya terdapat tulisan, ‘Kediktatoran harus gagal’. 

Sementara itu untuk media komunikasi, warga mengandalkan aplikasi pesan singkat offline Bridgefy yang hingga Rabu sudah diunduh lebih dari 1 juta kali di negara itu. Mereka menggunakan aplikasi tersebut sebagai solusi atas gangguan telepon dan koneksi internet sejak Senin lalu.


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT