Pelaku penembakan masjid Norwegia menepis tuduhan percobaan pembunuhan (Foto: AFP)
Anton Suhartono

OSLO, iNews.id - Pria Norwegia yang melepaskan tembakan di masjid dekat Kota Oslo pada akhir pekan lalu menolak tuduhan pembunuhan dan percobaan pembunuhan.

Pria bernama Philip Manshaus (21) itu melepaskan tembakan di Masjid An Nur Islamic Centre pada Sabtu lalu, namun tak mengenai siapa pun. Manshaus lebih dulu diringkus jamaah sebelum beraksi lebih jauh. Dia membawa beberapa senjata untuk memuluskan aksinya.

Baca Juga: Penembakan Masjid Norwegia, Polisi Selidiki Kemungkinan Aksi Terorisme

Sebelum beraksi di masjid, Manshaus membunuh saudari tirinya. Jasad korban ditemukan di rumah pelaku.

Meski demikian, pengacara Mahshaus, Unni Fries, mengatakan, kliennya menolak dua tuduhan tersebut.

"Saya bisa mengonfirmasi hal itu," kata Fries, dikutip dari AFP, Senin (12/10/2019).

Wakil kepala kepolisian Norwegia, Rune Skjold, mengatakan, pelaku diduga dari kelompok supremasi kulit putih. Dia berkali-kali mengunggah pandangannya yang anti-imigran.

Untuk itu, kepolisian mendalami untuk menjerat pelaku dengan pasal yang baru yakni aksi terorisme.

"Kami menyelidiki ini sebagai sebuah percobaan untuk melancarkan aksi terorisme," kata Skjold.

Aksi Manshaus dihentikan oleh seorang jamaah sebelum polisi tiba. Saat itu hanya tiga orang yang berada di masjid.
Mohammad Rafiq, pensiunan perwira Angkatan Udara Pakistan berusia 65 tahun, merupakan orang pertama yang mendekati pelaku.

"Saya tiba-tiba mendengar suara tembakan dari luar," kata Mohammad, seraya menambahkan pelaku kemudian memasuki masjid dengan membawa beberapa senjata dan pistol.

"Dia mulai menembak ke arah dua jamaah lainnya," ujarnya, menambahkan.

Saat itulah Mohammad membekuk pelaku dan mengambil senjata darinya hingga terjadi baku hantam.

Pria yang sudah tinggal di selama 2,5 tahun itu mengaku belum pulih setelah menderita luka di mata dan tangan.


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT