Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido diserang secara fisik saat kunjungan ke perdesaan. (Foto: infobae.com)
Umaya Khusniah

CARACAS, iNews.id - Pemimpin oposisi Venezuela diserang secara fisik saat kunjungan ke perdesaan. Pelaku diduga rekanan partai yang saat ini berkuasa di negara tersebut. 

Juan Guaido mendapat serangan hingga baju yang dikenakannya robek saat mengunjugi lokasi pembibitan tanaman di San Carlos, Sabtu (11/6/2022). Tak hanya itu, dia juga mendapat kata-kata hinaan.

Sebuah foto yang menyertai pernyataan oposisi menunjukkan, Juan Guaido ditahan sejumlah orang di sekitarnya. Bajunya tampak robek akibat serangan. 

Dalam pernyataan kelompok oposisi, pelaku terkait dengan Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV). Mereka memukul dan menghina Guaido yang sedang melakukan tur keliling negara Amerika Selatan. Tur tersebut dalam rangka menyatukan dan mengatur partainya menjelang pemilihan pendahuluan. 

Dalam video Instagram Sabtu malam, Guaido menyebut serangan itu sebagai 'penyergapan'. Dia meyakinkan, insiden tersebut tidak akan menghalangi untuk terus menjalankan rencananya.

“Mereka yang menyerang hari ini, para anggota atau pemimpin partai rezim ini, harus bertanggung jawab atas insiden tersebut," katanya.

Para pemimpin PSUV tidak segera menanggapi permintaan komentar atas insiden ini.

Pekan lalu, para pendukung Guaido disambut oleh rentetan kursi plastik yang beterbangan dan baku hantam dari sekutu Presiden Nicolás Maduro di kota barat Maracaibo.

AS dan negara-negara lain mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Mereka menolak pengakuan Maduro setelah menuduhnya mencurangi pemilihannya kembali sebagai presiden pada 2018.

Pada saat itu, Guaido menarik banyak pendukung ke jalan-jalan, tetapi sebagian besar momentum telah menguap. Popularitas telah turun dari sekitar 60 persen tiga tahun lalu menjadi di bawah 15 persen pada Februari.

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan Belahan Barat, Brian Nichols, pada  Sabtu mengutuk apa yang dia gambarkan sebagai "serangan tanpa alasan" di Guaido.

“Serangan mengerikan ini mempertaruhkan nyawa; mereka yang bertanggung jawab atas serangan itu harus diadili,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah

BERITA TERKAIT