Rudal terbesar di dunia, salah satunya RS-28 Sarmat (Rusia). (Foto: nationalinterest)
Umaya Khusniah

LONDON, iNews.id - Rusia meluncurkan uji coba rudal balistik antarbenua berkemampuan nuklir baru. Presiden Rusia Vladimir Putin yakin, rudal itu akan membuat musuh Moskow berhenti dan berpikir ulang. 

Rudal Sarmat yang telah lama ditunggu-tunggu telah diuji coba untuk pertama kalinya dari Plesetsk, barat laut Rusia. Kementerian pertahanan Rusia mengatakan, pada Rabu (20/4/2022), Sarmat ditembakkan dari peluncur silo pada 15.12 waktu Moskow. 

Rudal telah dan mengenai sasaran di semenanjung Kamchatka yang berjarak hampir 6.000 km (3.700 mil) dari lokasi peluncuran.

“Senjata ini akan memperkuat potensi tempur angkatan bersenjata kita, memastikan keamanan Rusia dari ancaman eksternal dan menyediakan bahan pemikiran bagi mereka yang, dalam panasnya retorika agresif yang hiruk pikuk, mencoba mengancam negara kita,” kata Putin. 

Dia menambahkan, senjata ini memiliki karakteristik taktis dan teknis tertinggi. Senjata ini mampu mengatasi semua sarana pertahanan anti-rudal modern.

Pengujian Rudal Sarmat yang dikembangkan selama bertahun-tahun, tidak mengejutkan Barat, tetapi terjadi pada saat ketegangan geopolitik ekstrem. Rusia belum merebut kota-kota besar sejak mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari.

Kementerian pertahanan Ukraina tidak segera dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Mengumumkan invasi delapan minggu lalu, Putin mengacu pada kekuatan nuklir Rusia dan memperingatkan Barat bahwa setiap upaya untuk menghalanginya akan membawa pada konsekuensi yang belum pernah ditemui dalam sejarah.

Beberapa hari kemudian, dia memerintahkan pasukan nuklir Rusia untuk waspada. 

"Prospek konflik nuklir, yang dulu tidak terpikirkan, sekarang kembali ke ranah kemungkinan," kata Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres bulan lalu.

Kepala Badan Antariksa Roscosmos, Dmitry Rogozin, seperti dikutip Tass, Rabu mengatakan, pasukan nuklir Rusia akan mulai menerima pengiriman rudal baru "pada musim gugur tahun ini" setelah pengujian selesai.


Editor : Umaya Khusniah

BERITA TERKAIT