5 fakta pemakzulan Donald Trump. (Infografis: iNews.id)
Ahmad Islamy Jamil

WASHINGTON DC, iNews.id – Sidang pemakzulan mantan Presiden AS Donald Trump akan dimulai pada pekan kedua Februari. Hal itu diungkapkan Pemimpin Mayoritas Senat AS, Chuck Schumer, Jumat (22/1/2021) waktu setempat. 

DPR AS secara resmi mengirimkan surat dakwaan pemakzulan Trump ke Senat AS, Senin (18/1/2021) lalu. Schumer pun menekankan perlunya Senat bergerak cepat setelah mengesahkan kabinet bentukan Presiden Joe Biden, serta pelantikan pejabat administrasi penting lainnya. 

Schumer mengatakan, para pemrakarsa pemakzulan Trump di DPR—yang nanti akan bertugas sebagai jaksa dalam sidang di Senat—punya lebih banyak waktu untuk menyempurnakan dakwaan terhadap presiden ke-45 AS itu. Sebelumnya, DPR memakzulkan Trump dengan tuduhan menghasut pemberontakan di Gedung Parlemen AS (Capitol), Washington DC, 6 Januari lalu.

Begitu pula dengan tim pembela Trump, mereka juga memiliki kesempatan lebih lama untuk menyiapkan pembelaan terhadap sang mantan presiden. 

“Selama periode itu (sampai 8 Februari), Senat akan terus menyelesaikan urusan-urusan lainnya untuk rakyat Amerika, seperti pencalonan pengisi kabinet (Biden) dan membahas RUU Bantuan Covid untuk memberikan bantuan bagi jutaan orang Amerika yang menderita selama pandemi ini,” kata Schumer di Washington DC, Jumat waktu setempat atau Sabtu (23/1/2021) WIB, dikutip Reuters.

Pemimpin Senat AS dari Partai Republik, Mitch McConnell, sebelumnya memang meminta agar DPR menunda pengiriman dakwaan hingga Kamis (28/1/2021). Dia juga meminta Schumer untuk menunda sidang pemakzulan Trump hingga pertengahan Februari untuk memberi Trump lebih banyak waktu mempersiapkan pembelaannya.

Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan, Senat AS harus dapat bergerak cepat menyelesaikan masalah Trump. Dengan begitu, program-program pemerintahan Biden bisa segera berjalan dengan baik, terutama terkait bantuan Covid-19 sebesar 1,9 triliun AS untuk rakyat Amerika dan pemulihan ekonomi AS.

“Usulannya (Biden) untuk memberikan bantuan kepada rakyat Amerika pada saat krisis ini tidak dapat ditunda,” kata Psaki kepada wartawan.

Trump menjadi satu-satunya presiden AS yang dimakzulkan dua kali oleh DPR sepanjang sejarah. Persidangannya di Senat juga akan menjadi satu-satunya yang pernah terjadi di AS setelah seorang presiden meninggalkan jabatannya.

Demokrat berhasil menjadi kelompok mayoritas di Senat AS dengan selisih sangat tipis yang menghasilkan komposisi 50:50 terhadap Republik. Sebelumnya, lembaga legislatif itu dikuasai oleh Republik.

Partai Demokrat, yang juga memegang kursi mayoritas di DPR AS, nyaris mengambil kendali Senat pada Rabu lalu. Akan tetapi, untuk memakzulkan Trump, dibutuhkan setidaknya dua pertiga suara dari 100 anggota badan tersebut.


Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT