Pemerintah Zimbabwe mempertimbangkan opsi pemusnahan gajah untuk pertama kalinya sejak 1988. (Foto: ilustrasi/Okezone)
Suparjo Ramalan

HARARE, iNews.id - Pemerintah Zimbabwe mempertimbangkan opsi pemusnahan gajah liar untuk pertama kalinya sejak 1988. Ini dilakukan untuk mengontrol populasi hewan mamalia itu yang dinilainya terlalu banyak.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (6/5/2021), Zimbabwe menjadi negara dengan populasi gajah terbesar kedua di Afrika setelah Bostwana. Populasi gajah di Zimbabwe mencapai 100.000 ekor.

Menteri Lingkungan, Iklim, dan Turisme Zimbabwe, Mangaliso Ndlovu mengatakan, populasi gajah yang berlebihan dapat merusak habitat spesias lain di samping berbahaya bagi kehidupan manusia.

"Kami tengah mencari cara untuk mengurangi jumlahnya. Kami harus mendiskusikan dalam tataran kebijakan pemerintah. Berbagai opsi sudah tersedia, termasuk pemusnahan," kata Ndlovu.

Dalam beberapa dekade terakhir, populasi gajah terus bekurang. Namun, negara-negara di bagian selatan Afrika mengalami kenaikan populasi gajah. Meski opsi pemusnahan di berbagai negara dihindari karena memicu protes dari aktivis lingungan, Bostwana dan Zimbabwe tak segan-segan mengambil langkah ini.

"Sejauh ini masih opsi, belum ada keputusan. Kami akan mengambil keputusan sesuai pertimbangan dan saran ilmiah," kata Ndlovu.

Uganda, Zambia, dan Afrika Selatan memusnahkan gajah di masa lalu. Selain pemusnahan, opsi yang biasanya dilakukan yaitu kontrasepsi dan translokasi atau pemindahan tempat.


Editor : Rahmat Fiansyah

BERITA TERKAIT