MNC Peduli menyalurkan bantuan bahan pokok kepada Istana Yatim Baitul Quro yang berlokasi di Parung Panjang, Kabupaten Bogor pada Selasa (6/9/2022). (Foto: MNC Peduli)
Putra Ramadhani Astyawan

BOGOR, iNews.id - MNC Peduli menyalurkan bantuan bahan pokok kepada Istana Yatim Baitul Quro yang berlokasi di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor pada Selasa (6/9/2022). Bantuan ini sangat bermanfaat untuk penghuninya yang merupakan anak yatim dan dhuafa.

"Terima kasih kepada seluruh jajaran keluarga besar MNC Peduli telah membantu kami yang dari ujung Bogor. Kami sangat bersyukur sekali bisa didatangi dan dibantu terutama anak-anak di sini memang memerlukan bantuan dan dengan segala keterbatasan kami sebagai pengasuh mereka sangat senang sekali bisa bersilaturahmi dan ada kontribusi untuk anak-anak kami," kata Pembina Istana Yatim Baitul Quro, Ayya Susi Damayanti.

Ayya sempat bercerita tentang awal mula berdirinya Istana Yatim Baitul Quro. Tempat tersebut diinisiasi oleh dirinya dan suami pada tahun 2017 lalu.

"Dulu tahun 2017, Ayya hanya guru pengajian setelah Magrib. Nah di pengajian ini memang kebayakan anak yatim yang ayah ajar. Nah beberapa hari anak yatim ini tidak masuk ngaji setiap guru kroscek ternyata mereka nangis mereka gak punya makanan pada saat itu pasti sebagai guru merasa bersalah sampai Ayya sendiri enggak tau kondisi mereka keadaan mereka sampai enggak bisa ngaji," ucapnya.

Dari situ, Ayya dan suami membuat gerakan Jumat Barokah. Hal itu dilakukan karena banyaknya anak-anak yatim dan dhuafa yang membutuhkan bantuan.

"Ayya langsung buat gerakan Jumat Barokah, di situ awal mulanya Istana Yatim Piatu ini bisa ada di tengah masyarakat. Karena saking banyaknya anak yatim yang sangat bnyak keterbatasan dan perlu dibantu dan dengan keterbatasan Ayya pula bisa bantu, Ayya berusaha bantu sebisanya kepada mereka," ujarnya.

Istana Yatim Baitul Quro yang memiliki 111 anak yatim piatu dan 27 dhuafa lansia itu mempunyai berbagai program seperti memberikan bantuan langsung maupun pemberian pelatihan pemberdayaan ekonomi agar dapat menjadi mandiri dan banyak lainnya.

Bahkan saat ini hasil produk pelatihan anyaman bambu dan rajutan sudah mulai dipasarkan baik secara daring maupun luring. Hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan operasional dan bantuan terhadap binaan.

"Hasil UMKM belum mencukupi, saya dengan suami bekerja sebagai guru honor dan kami memang kerja sangat keras agar setiap minggu mencapai target karena setiap Jumat kami ada santunan untuk mereka. Kami sangat memerlukan bantuan orang lain karena tidak bisa sendiri kami hanya modal niat dan kami akan terus berniat untuk anak-anak kami akan infakkan tenaga kami pikiran kami untuk anak-anak," tutur Ayya.

Sementara itu, anggota UMKM Istana Yatim Baitul Quro, Onah (52) mengatakan sudah bergabung sejak tahun 2017. Kini, dirinya sudah mempunyai keahlian membuat anyaman bambu untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup.

"Dari 2017 dari pertama ada ini. Buat bakul gitu dari anyaman bambu. Alhamdulillah sekarang agak lancar pesenan dari Tangerang, Parung Panjang untuk rumah makan," tutur Onah.

Diketahui, MNC Peduli merupakan wadah kegiatan sosial dari MNC Group dan seluruh unit usaha yang terafiliasi. Dalam menjalankan visi-misi, MNC Peduli melaksanakan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat khususnya prasejahtera dan terdampak bencana.

Tiga pilar utama yang dijalankan yaitu sosial, kemanusiaan, dan keagamaan, termasuk di dalamnya yang terkait dengan pendidikan, lingkungan, dan pembangunan infrastruktur. Simak pula aktivitas dan inspirasi kepedulian serta solidaritas yang diusung MNC Peduli di website mncpeduli.org.


Editor : Rizal Bomantama

BERITA TERKAIT