Lokasi kebakaran di Cikini, Jakarta Pusat (foto: MPI)
rizky syahrial

JAKARTA, iNews.id - Korban kebakaran di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat mengalami kesulitan untuk mandi, cuci, kakus (MCK). Hal itu dikarenakan kebanyakan sistem pompa air yang ada di kawasan kebakaran memakai pompa air listrik, sedangkan hingga siang ini listrik masih padam.

Aida (48), salah satu warga yang terdampak kebakaran, mengaku harus MCK di posko yang pancuran airnya sangat kecil.

Hal itu mengakibatkan ada antrean yang lama. Warga jadi kesulitan saat kebelet buang air besar atau BAB.

"Kebetulan MCK mati, (airnya) kecil, kalau BAB saja susah, lama, jadi kita posko numpang dulu ke warga, airnya dan listriknya hidup, untuk yang lain-lainnya cukup," ujar Aida, Rabu (28/9/2022).

"Pagi bisa mandi, kita curi-curi tempat wudu, harusnya buat wudu tapi untuk mandi," katanya.

Menurut Aida, memang sudah ada bantuan untuk kegiatan MCK. Akan tetapi bantuan tersebut tidak merata. 

"Dari PDAM susah sih airnya. Sudah ada paling depan (bantuan air) di sana, tapi entah (mau MCK) di mana, nggak tahu di mana, kita kan cewek, nggak bisa terbuka," katanya.

Sedikitnya 16 rumah dan 41 kios terbakar pada Selasa (27/2/2022) kemarin. Sebanyak 154 jiwa kehilangan tempat tinggal.


Editor : Reza Fajri

BERITA TERKAIT