Pembongkaran Rumah Mewah di Kebon Jeruk (Foto: iNews)
Dimas Choirul

JAKARTA, iNews.id - Polisi menetapkan dua orang tersangka dari lima orang pelaku pencurian rumah mewah di Jalan Kedoya Alkamal, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sedangkan tiga orang di antaranya tak memenuhi syarat untuk menyandang status tersangka.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo mengatakan dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut yakni A dan H. 

"Tiga orang lain tidak (tersangka). Karena tidak dalam konteks (pencurian) itu. Dia (kuli) dalam konteks kewajiban kegiatan itu dan disuruh. Mereka pun tidak tahu kegiatan itu sebenarnya," ujar Ady di Polda Metro Jaya, Kamis (8/4/2021).

Ady menerangkan, terangka A diduga merupakan otak dalam modus pencurian itu. Sementara H, merupakan orang suruhan A yang diberi tugas untuk menjual barang curian itu ke penadah.

"Konteksnya ini agak unik kejadian di rumah mewah ini karena yang bersangkutan sudah berhasil masuk dan mengambil rangkaian kunci yang ada di dalam. Saat sudah dalam penguasaan, A menyuruh kuli bangunan," ucap Ady.

Ady menerangkan, A memintahkan tiga orang kuli bangunan membongkar seisi rumah. Berdasarkan keterangan yang diterima, mereka dipekerjakan selama kurang lebih sebulan.

"Kuli bongkar rumah segala macam, ditawarkan kalau mau itu masih nempel di sana ini, saya kasih kuncinya, bayarnya sekian. Itu yang dilakukan pembongkaran yang ternyata sebulan karena seolah-olah wajar," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video viral menunjukkan salah satu rumah di kawasan Kedoya Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dibongkar maling.

Dalam video tersebut terlihat beberapa bagian lantai dan dinding pada rumah mewah tersebut rusak. Beberapa atap, pintu, hingga kusen dan perabotan yang terdapat dirumah tersebut dicongkel oleh para pekerja kuli.

Akibat kejaadian tersebut diketahui tiga pemilik ahli waris rumah mengalami kerugian hingga mencapai Rp1 miliar.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq

BERITA TERKAIT