Menteri Agama Yaqut Cholil bersama Kepala Badan POM Penny Kusumastuty Lukito. (Foto Kemenag).
Widya Michella

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna memastikan keamanan dan kesehatan pangan atau konsumsi calon jemaah haji selama di Tanah Suci. Hal ini ditandai dengan penyiapan nota kesepahaman antara Kemenag dan BPOM.

Menteri Agama Yaqut Cholil mengatakan kesehatan makanan jemaah perlu diperhatikan selama di Arab Saudi. Sebab, asupan gizi yang baik dapat menunjang kesehatan jemaah sehingga bisa beribadah dengan khusyuk.

"Kami tetap menyarankan makanan yang dikonsumsi jemaah selama di Tanah Suci adalah makanan yang bercita rasa nusantara agar dapat menyesuaikan selera dan kondisi pencernaan jemaah yang terbiasa dengan makanan khas nusantara," ujar Menag dikutip dalam laman resmi Kemenag, Rabu,(18/05/2022).

Menag pun mengimbau kepada katering mengimbau katering di Tanah Suci untuk menggunakan bahan dan bumbu dari Indonesia. Tujuannya agar cita rasa masakan khas nusantara tidak banyak berubah.

"Terkadang makanan yang dikonsumsi jemaah sudah cukup kandungan gizinya. Namun distribusi makanan mungkin saja tidak tepat waktu sehingga makanan menjadi kurang sehat dan ini perlu diperhatikan, kami sangat bersyukur tim dari BPOM mengingatkan kami akan hal ini," ujar Menag.

Sementara itu, Kepala Badan POM Penny Kusumastuty Lukito mengatakan timnya siap membantu proses pengecekan pangan jemaah agar sesuai dengan aturan kesehatan yang baik bagi para jemaah.

"Kami memiliki food inspector sehingga dapat memaksimalkan pengawasan terhadap kesehatan pangan dan obat-obatan bagi para jemaah,"kata Penny.

Penny mengatakan Badan POM akan berusaha dengan maksimal untuk bekerja sama dengan Kemenag agar kenyamanan ibadah jemaah dapat terwujud. 


Editor : Faieq Hidayat

BERITA TERKAIT