Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengajak semua tetap mengingat peristiwa terorisme yang pernah terjadi di Indonesia. (Foto: Istimewa)
Raka Dwi Novianto

JAKARTA, iNews.id - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengajak semua kalangan tetap mengingat peristiwa terorisme di Indonesia. Menurutnya, hal itu penting dilakukan agar terbangun kewaspadaan terhadap segala bentuk ancaman dan gangguan keamanan. 

"Saya sepakat kita harus memaafkan aksi-aksi terorisme. Tapi jangan pernah melupakan peristiwa tersebut agar kita selalu waspada," kata Moeldoko, Sabtu (6/8/2022). 

Moeldoko menegaskan, terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan dan sama sekali tidak berkaitan dengan ajaran agama apa pun. 

"Apa pun alasannya, semua ajaran agama menolak aksi teror. Jadi aksi terorisme tidak bisa berlindung di balik agama," ucapnya. 

Panglima TNI periode 2013-2015 ini juga menyampaikan, sejak peristiwa teror bom JW Marriot 2003, pemerintah telah mengadopsi pendekatan Whole of Government untuk melawan terorisme. Mulai dari hulu dengan pendidikan hingga hilir melalui penindakan. 

Secara regulasi, tambah dia, pendekatan tersebut juga diperkuat dengan penerbitan UU No 5/2018 dan Perpres No 7/2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstemisme Berbasis Kekerasan. 

Merujuk kajian LAB45 pada 2021, Moeldoko menyebut tren serangan teror secara konsisten menurun sejak 2000. Nilai agregat pada Global Terrorism Index juga turun, dari angka 6,55 pada 2022 menjadi 5,5 pada 2021. 

"Nilai lebih rendah, berarti lebih baik. Ini hasil kerja keras pemerintah dan semua pihak dalam melawan terorisme. Pemerintah tidak bekerja sendiri," ucap Moeldoko. 

Pada kesempatan itu, Moeldoko juga memastikan negara hadir untuk para korban aksi terorisme. Dia mencontohkan, pembayaran kompensasi kepada 215 korban terorisme dan ahli waris dari 40 peristiwa terorisme masa lalu. Nilainya, sebesar Rp39 miliar. 

"Kehadiran negara diharapkan dapat membawa semangat baru serta optimisme baru bagi korban dan keluarganya. Saya juga berharap peluncuran buku ini (The Power of Forgiveness: Memoar Korban Bom JW Marriot), juga menjadi inspirasi kita semua untuk berjuang bersama melawan aksi terorisme," tuturnya.


Editor : Rizal Bomantama

BERITA TERKAIT