Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis menegaskan khatib memiliki peran penting dalam setiap pelaksanaan sholat Jumat. (Foto: Antara)
Widya Michella

JAKARTA, iNews.id - Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Wadah Silaturohim Indonesia (Wasathi) menggelar Pendidikan Khatib Wasathi. Pendidikan khatib itu digelar agar dakwah rutin yaitu khotbah sholat Jumat tidak membosankan, tidak berbobot serta tak terkesan asal-asalan.

Saat memberi sambutan dalam acara pembukaan di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Sabtu (8/1/2022), Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis menegaskan khatib memiliki peran penting dalam setiap pelaksanaan sholat Jumat. Sebab, seluruh jemaah dilarang berbicara saat khotbah sedang berlangsung tanpa memandang struktur sosial dan ilmu.

"Khotbah adalah pekerjaan yang paling sulit karena durasinya pendek, tapi harus mengemukakan banyak hal,” kata Cholil dikutip dalam laman resmi MUI, Minggu (9/1/2022).

Cholil menegaskan khotbah yang paling baik yaitu sedikit tapi mempunyai cakupan yang banyak, baik aspek ayat serta tafsirnya, sejarah, dan lain-lain. Sebaliknya, apabila khatib menyampaikan khotbah tidak menarik, tidak jelas, dan memprovokasi orang lain maka khotbah tidak lagi diposisikan sebagai keadaan yang sangat sakral.

Dia pun menegaskan sebagai umat Islam yang memiliki paradigma moderat harus fokus mengajak jemaah hanya yang terkait praktik ibadah jumat. Di sisi lain, dia juga menekankan agar khotbah tidak boleh dijadikan sarana untuk memaki bahkan menyudutkan siapa pun.

“Jangan sampai khotbah menjadi orientasi duniawi, baik oleh khatibnya maupun kepentingan massa. Di mana pun khotbah, kita harus punya komitmen,” ujar Kiai Cholil Nafis.

Terakhir dia berharap, seluruh pesertadiberi keberkahan oleh Allah SWT. Cholil turut memberikan saran pada Wasathi untuk membuat modul-modul agar menjadi penggerak dan ditiru oleh lembaga lain.


Editor : Rizal Bomantama

BERITA TERKAIT