Ribuan rumah di lima kecamatan di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur terendam banjir, Minggu (4/4/2021). (Foto: iNews/Stevanus Dilepayong)
Hasan Kurniawan

JAKARTA, iNews.id - Cuaca ekstrem yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak beberapa hari terakhir membuat ribuan gardu listrik milik PLN mati. Alhasil, mengakibatkan situasi wilayah yang terdampak semakin memprihatinkan. 

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko mengatakan, PLN telah bergerak cepat menghidupkan kembali listrik yang padam akibat terdampak cuaca ekstrem. Saat ini, petugas masih melakukan perbaikan. 

"Sebanyak 4.885 gardu Distribusi telah menyala kembali. Petugas kami terus bersiaga untuk mengamankan aliran listrik dan melakukan pemulihan listrik, khususnya di lokasi terdampak banjir dan longsor," kata Agustinus, seperti dikutip dari Listrik Today @listriktoday, Senin (5/4/2021). 

Saat ini masih banyak gardu listrik yang padam akibat cuaca ekstrem tersebut. PLN pun terus berupaya melakukan perbaikan gardu, sehingga warga cepat mendapatkan pasukan listrik kembali di wilayah bencana. 

"PLN masih melakukan perbaikan gardu yang terdampak banjir dan longsor. PLN memastikan akan segera melakukan pemulihan aliran listrik, ketika banjir telah surut atau kondisi jaringan dipastikan aman. Tim kami masih terus bekerja di lapangan, melakukan pendataan di lapangan. Sejauh mana kerusakan yang terjadi," ujarnya. 

Saat ini, sudah sekira 82 persen gardu yang mulai kembali diaktifkan. Lebih dari 643 ribu pelanggan PLN kembali mendapat pasukan listrik. Sementara itu, sinyal telekomunikasi di lokasi terdampak bencana, hingga kini masih sulit. 


Editor : Muhammad Fida Ul Haq

BERITA TERKAIT