KPAI mengimbau masyarakat mengadopsi anak dari pada spirit doll. (Foto: Okezone)
Muhammad Refi Sandi

JAKARTA, iNews.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti fenomena adopsi boneka arwah atau spirit doll sebagai perubahan perilaku masyarakat yang jumud dengan pandemi. Masyarakat diminta untuk adopsi.

Kadivwasmonev KPAI, Jasra Putra  berujar bahwa di tahun 2020 ada 67.368 data anak terlantar di Indonesia. Kondisi itu pun terus bertambah dengan maraknya kasus bayi dibuang atau terlantar. 

"Begitupun anak anak yang kehilangan mendadak orang tua selama pandemi mencapai 30.766 anak. Pemerintah mencari para calon orang tua pengganti agar mendapatkan solusi yang lebih permanen", katanya, Senin (10/1/2022). 

Oleh karenanya, Jasra mengimbau kepada para pemilik boneka arwah untuk ambil bagian dalam menyiapkan orang tua pengganti. Dia membeberkan situasi Indonesia yang rentan bencana dan konflik justru membuat banyaknya anak-anak kehilangan figur pengasuhnya. 

"Mereka butuh kehadiran yang layaknya orang tua bagi mereka. Agar dapat perhatian penuh dalam tumbuh kembangnya", tuturnya. 

Bagi Jasra, Apabila orang tua penggantinya merupakan para publik figur atau artis, tentunya akan menjadi lebih baik. Dia juga menyayangkan program pemerintah ini kurang populer di tengah masyarakat. 

"Sangat disayangkan fenomena menjadi orang tua dari boneka arwah (lebih populer) dengan kebutuhan daftar orang tua pengganti di negara ini", katanya.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq

BERITA TERKAIT