Menko Polhukam, Mahfud MD menegaskan video viral yang disebut merupakan penangkapan jaksa diduga penerima suap terkait kasus Habib Rizieq Shihab merupakan hoaks. (Foto: Antara)
Riezky Maulana

JAKARTA, iNews.id - Jagat media sosial (medsos) dihebohkan dengan video yang merekam penangkapan jaksa diduga penerima suap terkait kasus Habib Rizieq Shihab. Video berdurasi 1 menit 32 detik tersebut manarasikan jaksa yang ditangkap merupakan sosok yang menangani kasus Habib Rizieq Shihab.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pun memastikan video itu tidak benar alias hoaks. Penegasan ini disampaikan Mahfud melalui akun Twitternya @mohmahfudmd, Minggu (21/3/2021).

"Video ini viral, publik marah ada jaksa terima suap dalam kasus yang sedang diramaikan akhir-akhir ini. Tapi ternyata ini hoaks," tutur Mahfud.

Lebih lanjut dia mengatakan, video itu ternyata penjelasan dari seorang Jaksa bernama Yulianto saat dirinya menangkap Jaksa AF. Peristiwa itu terjadi sekira enam tahun lalu di Sumenep, Jawa Timur, bukan baru-baru ini dan tidak berlokasi di Jakarta.

"Penangkapan atas jaksa AF oleh Jaksa Yulianto itu terjadi enam tahun lalu di Sumenep. Bukan di Jakarta dan bukan dalam kasus yang sekarang," ucapnya.

Mahfud mengungkapkan, dibuatnya Undang-Undang Informasi dan Transasi Elektronik (UU ITE) yaitu untuk memberantas jenis hoaks seperti ini. Menurutnya, siapa orang yang menyebarluaskan video itu haruslah diusut.

"Untuk kasus seperti inilah, UU ITE dulu dibuat. Sengaja memviralkan video seperti ini tentu tentu bukan delik aduan, tetap harus diusut," katanya.

Dia menegaskan, pemerintah akan menelaah berbagai kemungkinan yang ada ihwal revisi UU ITE. Menurutnya, hal itu untuk menghilangkan pasal-pasal karet, serta membedakan mana delik aduan dan delik umum.

"Kita tetap akan menelaah kemungkinan revisi UU ITE untuk menghilangkan potensi pasal karet dan membedakan delik aduan dan delik umum di dalamnya," ucapnya.



Editor : Rizal Bomantama

BERITA TERKAIT