Pertumbuhan penjualan mobil bekas dipengaruhi tiga faktor, yaitu Produk Dometik Bruto (PDB), pasokan kendaraan, serta peningkatan ekspor dan impor. (Foto: Tangkapan Layar)
Dani M Dahwilani

JAKARTA, iNews.id - Penjualan mobil bekas di Indonesia pada 2022 diprediksi naik 2-3 persen. Ini seiring dengan semakin membaiknya perekonomian dan sektor otomotif di tengah pendemi Covid-19.

CEO OLX Autos Indonesia, Johnny Widodo menjelaskan pertumbuhan penjualan mobil bekas  tersebut dipengaruhi tiga faktor, yaitu Product Dometic Bruto (GDP) penduduk Indonesia per kapita terus membaik, pasokan mobil bekas meningkat, dan ekspor dan impor mobil CBU (completely built up) mulai pulih.

"Pertumbuhan mobil bekas sejalan penjualan mobil baru. Jika penjualan mobil baru meningkat mobil bekas juga akan tumbuh seiring dengan ketersediaan stok kendaraan," ujarnya dalam press conferece virtual, Selasa (15/3/2022). 

Dia menerangkan tren yang mendorong konsumen membeli mobil bekas, yakni 46 persen ingin membeli kendaraan saat ini; 71 persen konsumen telah menyiapkan anggaran untuk membeli kendaraan; 23 persen konsumen ingin meng-upgrade mobil; dan sekitar 70 persen menjadikan platform online sebagai sumber utama cek harga.

Johnny Widodo menyebutkan berdasarkan data OLX Autos mobil bekas yang paling banyak dicari konsumen adalah Kijang Innova, Toyota Avanza, Honda Brio, Honda CR-V dan Honda Jazz.

"Ini sajalan dengan permintaan mobil baru. Di mana orang rata-rata menjual mobilnya 3 sampai 7 tahun setelah pemakaian dan meng-upgrade dengan mobil baru," katanya.

Johnny Widodo mengungkapkan, platform mobil bekas harus memberikan kepastian kepada konsumen sehingga mereka tidak ragu dalam memilih kendaraan, seperti ada jaminan harga, kondisi kendaraan, surat-surat dan asuransi. 

Ädapun insight konsumen dalam membeli mobi bakas, lebih flesibel dalam memilih merek (asal sesuai budget). Dalam keputusan membeli mobil keluarga memberikan pengaruh besar. Pertimbangan paling penting adalah kondisi mobil, dan fungsionalitas.


Editor : Dani M Dahwilani

BERITA TERKAIT