Bodi motor yang kecil pada posisi tertentu tidak akan terlihat sopir truk, sebab itu perhatikan blind spot. (Foto: Istimewa)
Dani M Dahwilani

JAKARTA, iNews.id - Bagi pengguna kendaraan pasti pernah mendengar istilah blind spot atau titik buta. Meski sering terdengar, banyak pengendara yang mengabaikan ini. 

Tak heran, banyak kecelakaan karena abai terhadap titik buta kendaraan berbodi besar, seperti truk atau bus. Salah satu peristiwa mengerikan yang sering terjadi adalah pengendara motor terlindas truk. 

Penyebabnya sikap sembrono dan egois pengendara motor. Menyalip kendaraan tanpa memberikan tanda (kode) lampu sein atau klakson adalah kebiasaan buruk. Bodi motor yang kecil pada posisi tertentu tidak akan terlihat sopir truk. 

Seperti yang terjadi dalam potongan video di atas. Pengendara dengan santai berada di depan truk besar saat lampu merah menyala. 

Pengemudi truk tidak menyadari ada motor sembrono menyalip di depan garis lampu merah. Ketika lampu hijau menyala, malapetaka terjadi. Truk melaju sementara pengendara telat bereaksi, sehingga tertabrak truk.
 
Pengendara motor itu nyaris tergilas hingga masuk kolong truk. Beruntung, sang pengendara motor selamat dapat keluar dari kolong diselamatkan warga sekitar. 

Patut diketahui, blind spot merupakan titik buta kendaraan yang tidak bisa dijangkau mata pengendara baik secara langsung maupun kaca spion standar kendaraan. Untuk menekan potensi terjadinya kecelakaan akibat titik buta, dilansir dari lama Suzuki ada beberapa hal yang harus diperhatikan. 

1. Mengatur Kaca Spion 

Kaca spion menjadi salah satu komponen penting yang tidak boleh dilupakan saat akan berkendara. Untuk mengurangi blind spot saat berkendara, sebaiknya periksa dan atur spion kendaraan terlebih dahulu agar visibilitas terjaga. 

2. Beri Tanda Peringatan berupa sein atau klakson 

Pengendara bisa memberi tanda menyalakan lampu sein jika ingin menyalip kendaraan yang di depannya atau bisa dengan menekan klakson. Ini bertujuan agar kendaraan lain tahu ada kendaraan kita dan mencegah terjadi kecelakaan karena titik buta.

3. Berada di Zona Terbuka 

Sebaiknya, tetaplah berada di zona aman dan terbuka. Jangan berada di celah-celah antara satu kendaraan dengan kendaraan lain. Ini bisa sangat membahayakan apalagi berada di seputar kendaraan besar seperti truk dan bus Anda bisa terhimpit. 

4. Perhatikan Kondisi Jalan 

Kondisi jalan juga memengaruhi blind spot bagi pengemudi. Perhatikan bagaimana kondisi jalan saat berkendara. Jika sedang dalam keadaan ramai atau macet, jangan menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi atau agresif. 

5. Jangan Menyalip dari Sisi Kiri 

Saat akan menyalip kendaraan yang berada di depan, perhatikan situasi dan pastikan jika benar-benar aman. Jangan menyalip melalui sisi kiri. Sebab pengemudi yang berada di sisi kanan akan kesulitan melihat. Perhatikan posisi kendaraan yang berada di belakang yang akan menyalip sehingga tidak terjadi kecelakaan akibat salah ambil posisi saat menyalip. 

6. Condongkan Badan ke Kiri saat Akan Belok ke Kanan

Mencondongkan badan ke arah kiri saat akan berbelok ke sisi kanan. Hal ini dilakukan guna meminimalisir blind spot dari arah pilar A kendaraan yang berada di sisi kanan. Banyak pengemudi yang melakukan tips ini guna mengurangi blind spot.  

7. Menggunakan Sensor Modern 

Menggunakan fitur sensor modern yang bisa membantu pengendara untuk mengurangi blind spot dalam berkendara. Terdapat beberapa versi sensor ini yang bisa pilih. Paling canggih adalah sensor jarak yang sudah terintegrasi langsung dengan rem secara otomatis.  

8. Pantau Menggunakan Kamera Video 

Pengendara bisa melihat hasil pantauan dari layar dashboard mobil dengan menggunakan smartphone cara ini di nilai efektif untuk mengurangi blind spot pada saat berkendara.


Editor : Dani M Dahwilani

BERITA TERKAIT