Meski jarak perjalanan sudah diperhitungkan dengan kapasitas baterai mobil listrik, bagaimana bila terjadi kemacetan parah di jalan saat mudik Lebaran? (Foto: Reuters)
Dani M Dahwilani

JAKARTA, iNews.id - Jumlah kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia terus meningkat. Ini seiring dengan banyaknya masyarakat yang beralih ke mobil listrik pada tahun ini.

Diprediksi sebagian dari masyarakat yang pulang kampung akan menggunakan kendaraan listrik. Meski jarak perjalanan sudah diperhitungkan dengan kapasitas baterai, bagaimana bila terjadi kemacetan parah seperti pada musim mudik tahun-tahun sebelumnya? Ini akan menjadi preseden buruk bagi mobil listrik.

Apalagi saat ini jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) masih minim. Bagi yang mudik ke daerah, mereka harus mencari kota yang tersedia stasiun charging atau hotel. 

"Saya khawatir pada Lebaran 2023 banyak mobil listrik yang mengalami baterai habis. Ini akan menjadi promosi negatif di Lebaran 2023," ujar Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Dr Ir Drajad Irianto M.Eng dalam webinar Strategi Transisi Pengembangan EV Menuju NZE dan Manajemen Unit in Operation (UIO) di Indonesia, Kamis (1/12/2022).

Dia mengungkapkan, untuk sekali pengisian baterai mobil lstrik rata-rata butuh waktu sekitar 1-2 jam. Dengan banyaknya mobil listrik  ini bisa menyebabkan antrean panjang.

"Kalau pelupa, ya lupa charging. Kalau mau ke Jawa Tengah, mereka harus ke luar nginep di hotel hanya untuk charging. Ini positif bagi pariwisata, tapi tidak untuk mobil listrik," kata Profesor Drajad.

Dia mengumpamakan lokasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) saat ini rata-rata memiliki jarak sekitar 20 km di ruas jalan utama. Untuk daerah yang sepi mungkin lebih dari itu.

"Dalam kondisi tidak normal seperti mudik banyak kasus mobil kehabisan bensin karena terjebak macet. Harusnya mungkin setiap 10 km (ada SPBU). Bagimana jadinya dengan mobil listrik," ujar Prof Drajad.

Sebab itu, lanjut dia, harus ada strategi agar permasalahan ini tidak terjadi. Perlu adanya dukungan infrastruktur memadai agar kebutuhan pengisian baterai kendaraan listrik terpenuhi.



Editor : Dani M Dahwilani

BERITA TERKAIT