Marc Marquez menangi GP Spanyol di Sirkuit Jerez. (Foto: AFP)
Fitradian Dhimas Kurniawan

JEREZ, iNews.id - Pembalap MotoGP asal tim Repsol Honda Marc Marquez mengaku senang usai memenangi Grand Prix (GP) Spanyol, Minggu (6/5/2018). Marquez sempat kesulitan di GP Spanyol lantaran Jorge Lorenzo yang menunggangi Ducati tampil jauh lebih cepat.

Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Marquez di Sirkuit Jerez setelah terakhir kali juara pada 2014. Tak heran jika pembalap asal Spanyol itu sangat mensyukuri dapat berdiri di podium pertama di akhir balapan.

”Menang di hadapan publik sendiri sangat menyenangkan. Saya gembira dengan hasil di lintasan yang biasanya saya kesulitan,” kata Marquez di laman resmi Repsol Honda.

Meski menang, pembalap asal Spanyol itu menilai bukan sebagai yang tercepat di GP Jerez. Terbukti dia kesulitan mengejar Lorenzo. Bahkan, Marquez sempat jatuh tiga kali selama latihan.

“Saya yakin bisa memenangi balapan ini. Walaupun di tengah akhir pekan yang sangat berat dan saya bukan yang tercepat. Tetapi kami berhasil mengatasi masalah tersebut dan bekerja dengan baik,” ujarnya.

Pembalap 25 tahun itu terkejut dengan kecepatan kompatriotnya itu. Kondisi tersebut memaksa Marquez memutar otak untuk mendahului Lorenzo yang melaju lebih cepat.

“Saya kesulitan untuk menyalip lawan dan hampir tidak mungkin mendahului Lorenzo. Dia mengerem selambat mungkin sehingga keluar tikungan dengan baik. Namun, saya perhatikan ban belakangnya mulai aus,” ucap pembalap yang identik dengan nomor 93 itu.

Juara empat kali juara dunia MotoGP itu menilai kunci kemenangannya disebabkan kejelian memilih jenis ban. Dia berhasil menyalip Lorenzo yang menggunakan ban berkompon lunak sehingga cepat aus.

“Kuncinya pemilihan ban belakang. Kami memilih ban medium dan terbukti tepat. Saya dapat mendahului lawan di saat yang tepat,” katanya.

Saat balapan, juara dunia Moto2 2012 itu nyaris kecelakaan. Namun, rider berjuluk Baby Alien itu sanggup mengendalikan motornya dan terhindar dari kejadian yang tak diinginkan.

“Saya nyaris terjatuh ketika ada kerikil di lintasan. Saya terlambat menyadarinya karena sedang melaju 240 km per jam. Saya menutup pedal gas dan ban belakang sempat tergelincir,” ungkapnya.


Editor : Achmad Syukron Fadillah

BERITA TERKAIT