Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Foto: PBSI)
Reynaldi Hermawan

JAKARTA, iNews.id - Komentator BWF Gillian Clark menyanjung ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Baginya The Daddies pasangan tua-tua keladi.

Baru-baru ini BWF merilis lima pasangan ganda putra paling berpengaruh dalam 10 tahun terakhir. Ahsan/Hendra masuk di dalamnya bersama kompatriotnya Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon, Cai Yun/Fu Haifeng (China), Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) dan Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong (Korea Selatan).

Gillian yang juga merupakan mantan atlet bulutangkis menilai The Daddies sangat pantas masuk dalam dafar tersebut. Perempuan yang akrab disapa Oma Gill itu salut Ahsan/Hendra bisa terus kompetitif menghadapi lawan yang jauh lebih muda.

Perlu diketahui saat ini usia Ahsan sudah menginjak 33 tahun. Sedangkan Hendra tiga tahun lebih tua. 

"Mengapa mereka sangat berpengaruh? Karena karier mereka panjang. Mereka sudah berhasil meraih tiga gelar juara dunia selama periode tujuh tahun," kata Oma Gill dikutip dari Youtube BWF TV, Kamis (11/2/2021).

"Bagi Hendra Setiawan, dia telah meraih empat gelar juara dunia dalam kurun waktu 12 tahun. Mereka adalah bukti nyata bahwa usia tidak terlalu berpengaruh dalam olahraga ini," ujarnya.

Sejauh ini Ahsan/Hendra sudah meraih segudang titel bergengsi di antaranya tiga kali menggondol gelar juara dunia (2013, 2015, dan 2019) dan dua gelar All England (2014 dan 2019).

"Ahsan/Hendra masih menjadi salah satu yang terbaik di ganda putra. Karena taktik mereka hebat. Selain itu mereka jago membaca permainan," tuturnya.

Sayang, Ahsan/Hendra belum mengeluarkan magisnya sepanjang 2021. The Daddies gagal mendulang medali pada tiga turnamen di Thailand bulan lalu.

Tapi Ahsan/Hendra punya DNA juara. Mereka tentu bakal evaluasi dan berlatih demi menjuarai turnamen selanjutnya yakni All England 2021 yang berlangsung 17-21 Maret mendatang.


Editor : Reynaldi Hermawan

BERITA TERKAIT