Premier League diharapkan bisa kembali digulirkan Mei mendatang. (Foto: Premier League)

Ogah Rugi Rp15 Triliun, Liga Inggris Rencananya Dilanjutkan Tanpa Penonton

Reynaldi Hermawan

LONDON, iNews.id – Nasib kelanjutan Liga Inggris Premier League musim ini masih belum menemui titik terang di tengah pandemi virus corona. Terbaru, ada wacana menggelar kompetisi pada Mei dan berlangsung tanpa penonton demi menghindari kerugian finansial.

Sebelumnya, liga kasta tertinggi di Inggris itu ditunda sampai 3 April, kemudian diperpanjang sampai 30 April. Menurut laporan Daily Mail, para pemangku liga sedang mengejar proyek ambisius untuk kembali memainkan kompetisi pada akhir pekan pertama Mei nanti.

Kemudian seluruh pertandingan nantinya akan digeber tiga hari sekali agar musim ini berakhir 12 Juli. Rencana tersebut disiapkan guna menghindari kerugian hak siar televisi 762 juta poundsterling atau sekitar Rp15 triliun.

Premier League memiliki nilai kontrak total 3 miliar poundsterling (Rp60 triliun) sampai 31 Juli. Tapi hingga kini masih ada 9 atau 10 pertandingan dari 20 klub kontestan yang belum dimainkan.

Jika lewat dari tanggal tanggal yang tertera dikontrak, maka Sky Sports, BT Sport dan pemegang hak siar televisi di seluruh dunia berhak menuntut ganti rugi dari pihak Premier League.

Namun sayangnya misi menggelar liga awal Mei tak akan berjalan mulus karena masih harus menunggu perkembangan pandemi corona di Inggris. Wakil Kepala Petugas Kesehatan Jenny Harries bahkan memprediksi negara tersebut akan di lockdown selama enam bulan ke depan.

Nasib Premier League akan dibahas pada rapat perwakilan 20 klub kontestan melalui konferensi video, Jumat (3/4/2020). Apa pun kesimpulan dari diskusi tersebut harus dikoordinasikan dengan pemerintah setempat, badan kesehatan masyarakat dan Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA).


Editor : Abdul Haris

BERITA TERKAIT