Sandiaga Uno Resmikan CHSE Ubah Wajah Baru Pariwisata Indonesia (Foto: YouTube)
Leonardus Selwyn

JAKARTA, iNews.id - Dalam upaya memulihkan pariwisata Tanah Air, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melaunching SNI Skema Akrediatsi dan Skema Sertifikasi Sektor Pariwisata CHSE. Tujuannya untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk kembali berwisata di Tanah Air.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, sertifikasi CHSE menjadi suatu hal yang sangat krusial dan penting. Sebab, ini akan mengubah wajah pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Sertifikasi ini dapat memulihkan kepercayaan wisatawan dan menggeliatkan kembali aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif. Selain itu memberikan jaminan produk dan layanan yang diberikan sudah memenuhi standar dan protokol kesehatan," kata Sandiaga Uno, dalam acara Launching SNI Skema Akrediatsi dan Skema Sertifikasi Sektor Pariwisata CHSE, Sabtu (4/12/2021).

Menurut Sandiaga, tingkat kesiapan pelaku usaha parekraf dalam operasionalnya di era adaptasi kebiasaan baru akan semakin besar. Selain itu goal standar yang diterapkan dalam pelaksanaan pelayanan sektor usaha pariwisata dan ekonomi kreatif juga harus ditingkatkan. 

"Pada 2020 ada sekira 6.700 yang tersertifikasi atau hampir 5.865 yang teraudit. Tahun ini yang teraudit 6.300 dan 6.121 yang tersertifikasi. Tentu angka ini masih sedikit dibandingkan jumlah usaha yang harus kita tingkatkan kepatuhannya bagi protokol kesehatan," katanya.

Saat ini, ada 34 juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya di sektor parekraf. Oleh sebab itu, setelah berdiskusi dan melakukan pembahasan bersama dengan Badan Sertifikasi Nasional (BSN), Indonesia bisa memasuki suatu era baru.

"Kalau 2020 melalui Permen Parekraf dan Baparekraf, kita sudah mendorong, CHSE ini dibiayai pemerintah. Maka, ke depan Kemenparekraf dan BSN telah menyelesaikan rancangan sertifikasi untuk SNI CHSE, tempat penyelenggaraan dan pendukung kegiatan pariwisata menjadi SNI CHSE oleh BSN," ujarnya.

Skema SNI CHSE

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, saat ini ada tiga skema SNI CHSE yang ditetapkan. Dalam kesempatan tersebut dia memberikan penjelasannya satu per satu

1. Untuk usaha mikro dan kecil tentunya harus dibantu dengan support deklarasi mandiri menggunakan tanda logo Indonesia Care. Jika sertifikasi menggunakan dukungan dana pemerintah, maka surveillance dilakukan setiap tahun melalui lembaga sertifikasi usaha pariwisata dengan tanda SNI CHSE. Selama tiga tahun selanjutnya akan dilakukan resertifikasi.

2. Untuk usaha yang sudah menengah dan besar, dapat dilakukan secara mandiri. Melakukan sertifikasi melalui lembaga sertifikasi usaha pariwisata.

3. Bagi pelaku usaha yang memiliki opsi untuk tidak melakukan sertifikasi karena sertifikasi bersifat sukarela. "Sertifikat ini tentunya melalui proses sertifikasi pihak ketiga melalui lembaga sertifikasi yang diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Dan tentunya diharapkan ini menjadi suatu game changer. Sama seperti proses SNI yang lainnya," katanya.

Sandi menambahkan, Kemenparekraf akan melakukan sosialisasi secara masif melalui media sosial. Ke depannya CHSE adalah standar yang harus dihadirkan oleh para pelaku pariwisata agar di era pandemi dan tantangan ekonomi, Indonesia mampu menghadirkan cleanliness, health, safety and environment sustainability dalam usaha.


Editor : Vien Dimyati

BERITA TERKAIT