Berlibur di Akhir Tahun, Kids Zaman Now Wajib Evaluasi Keuangan

· Minggu, 03 Desember 2017 - 19:35 WIB

JAKARTA, iNews.id – Di penghujung akhir tahun, jamak ditemukan, sebagian orang mengambil cuti untuk menikmati liburan ke tempat wisata. Tempat tujuannya pun bermacam-macam, ada yang skalanya domestik hingga luar negeri. Bagi generasi milenial, hasrat plesiran memang tak mampu dibendung. Namun, yakin ada uangnya?

Untuk generasi yang akrab disebut kids zaman now itu, merencanakan keuangan harus dimulai sejak dini agar kegiatan berwisata lancar di akhir tahun. Jangan sampai bujet perjalanan justru memangkas nilai tabungan dan investasi di masa depan.

Kepada iNews.id Investment Specialist PT Panin Asset Management Yasmeen Danu memberi gambaran bagaimana merencanakan keuangan untuk berlibur di akhir tahun. Berikut tipsnya:

Evaluasi Kondisi Keuangan

Evaluasi segera kondisi keuangan kalian setahun terakhir, dilihat dari sisi aset maupun tabungan serta investasi, apakah mencapai target? Jika tidak, sebaiknya atur keuangan saat ini sebelum terlambat. Seperti kata pepatah "muda foya-foya, masa tua tak punya apa-apa".

Buat Daftar

Buat daftar harta dan utang. Bandingkan dengan akhir tahun lalu dan susun rencana buat tahun depan terutama jika ada kenaikan gaji atau bonus tahunan yang akan diterima.

Tabungan dan Investasi

Pastikan alokasi tabungan dan investasi tetap lancar dan semakin bertambah sesuai kenaikan penghasilan. Dalam perencanaan keuangan, dari gaji minimal 10 persen ditabung, 20 persen pengeluaran pribadi dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari.

Tabungan 10 persen ini nantinya digunakan untuk berbagai kebutuhan masa depan dan investasi dana darurat. Contohnya, saat pensiun, termasuk dana liburan. Ada baiknya liburan, menggunakan dana dari sisa Tunjangan Hari Raya (THR) atau bonus tahunan.

Jangan Berutang

Sebisa mungkin meminimalkan utang. Segera lunasi utang agar tidak menjadi beban pada tahun berikutnya. Jangan mengeluarkan dana tabungan untuk hal yang tidak perlu, semisal berbelanja produk aksesoris, ponsel atau pakaian hanya untuk mengikuti tren mode kekinian sehingga apabila ada kebutuhan mendadak, justru uangnya sudah menipis. Alokasikan dana cicilan utang sebesar 30 persen dan ini bakal menutupi semua utang.

Editor : Ranto Rajagukguk

TAG :

KOMENTAR