Menuju Kiblat Fashion Muslim Dunia, Desainer Indonesia Diminta Lakukan Ini

Ade Miranti Karunia Sari · Minggu, 10 Juni 2018 - 21:44 WIB

JAKARTA, iNews.id - Dalam rangka menyambut Indonesia sebagai kiblat fashion busana Muslim pada 2020, para desainer muda Indonesia didorong untuk menampilkan sebuah karya. Pemerintah pun turut membantu industri fashion Indonesia agar mampu bersaing di market pasar internasional.

Salah satu cara mendukung industri fashion Muslim, dihelatnya Modest Fashion Project (MOFP) 2018 yang disokong oleh Kementerian Perindustrian di main hall Mal Kota Kasablanka, Sabtu 9 Juni 2018. Di atas panggung tersebut, puluhan model menampilkan karya fashion Muslim dari para desainer yang begitu menarik dan trendi.

Bahkan, fashion Muslim tersebut sangat menarik mata di kalangan milenial. Busana Muslim yang ditampilkan di atas panggung, tak melulu layaknya jubah atau gamis. Bahkan, penggunaan jilbab yang dibentuk variatif menjadi daya tarik.

Dengan tampilan fashion Muslim yang kece, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih pun berharap, para desainer muda berani bersaing di market internasional sehingga tidak menjadi coretan di atas kertas saja.

"Adanya kegiatan MOFP tersebut, tentunya stimulus bagi para desainer muda untuk membangun start up industri fashion Muslim yang diharapkan mampu menguasai pasar dalam dan luar negeri. Untuk itu, kami berharap pemenang lomba dapat bersinergi dengan IKM fashion Muslim dan konveksi," katanya.

Berdasarkan data International Trade Center, Indonesia berada pada urutan ketiga sebagai negara anggota OKI eskportir fashion Muslim dunia. Indonesia menjadi produsen, serta konsumen fashion Muslim terbanyak dari negara lainnya.

Timur Tengah dan Eropa Timur menjadi negara ekspor dari fashion Muslim di Indonesia terbanyak. Namun untuk produsen sekaligus konsumen fashion Muslim terbanyak, ada di negara Bangladesh.

"Besarnya peluang pasar fashion Muslim, harus kita manfaatkan dengan cara mengembangkan industri fashion Muslim dari hulu sampai hilir. Negara-negara minoritas Muslim telah menambah line produksi khusus untuk membidik pasar fashion Muslim yang sedang berkembang pesat," tutur dia.

Editor : Tuty Ocktaviany

KOMENTAR