Lirik Tren ke Depan, IFC Gelar Jakarta Fashion Trend 2019

Siska Permata Sari ยท Jumat, 09 November 2018 - 22:40 WIB

JAKARTA, iNews.id - Indonesian Fashion Chamber (IFC) mempersembahkan perhelatan Jakarta Fashion Trend 2019. Acara ini merupakan perwujudan dari visi dan misi yang diusung oleh Indonesian Fashion Chamber.

Sebagai asosiasi terbesar yang mewadahi desainer dan pengusaha fashion di Indonesia, Indonesian Fashion Chamber ditujukan untuk turut memajukan industri fashion di Tanah Air dan mewujudkan cita-cita bersama. Tujuannya yakni menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat mode dunia.

Sebagai sentra bisnis dan gaya hidup, termasuk fashion, Jakarta menjadi sorotan bagi kota-kota lain di Indonesia maupun negara lain. Jakarta menjadi kota yang potensial menjadi acuan inspirasi dan tren fashion di tingkat nasional, bahkan global.

Oleh sebab itu, perhelatan Jakarta Fashion Trend digelar untuk turut memperkuat potensi Jakarta dalam industri fashion skala nasional dan peta internasional dengan menggaungkan perkembangan tren melalui karya para desainer yang berbasis di Jakarta. Selain itu, diadakan pula kolaborasi dengan daerah lain di Indonesia.

Di Jakarta Fashion Trend 2019 yang diselenggarakan pada 8 November 2018 di Gran Melia Hotel Jakarta, mempresentasikan koleksi tren 2019 karya desainer anggota Indonesian Fashion Chamber Jakarta Chapter yang mengacu pada Indonesia Trend Forecasting 2019/2020 dengan tema ‘Singularity’.

"Jakarta diharapkan menjadi pusat fashion di Indonesia. Untuk menjadi yang terdepan, kita harus menciptakan dan mensosialisasikan tren sehingga perlu event seperti Jakarta Fashion Trend agar publik dapat melihat bagaimana desainer yang mengaplikasikan Indonesia Trend Forecasting. Didukung dengan keunggulan desainer anggota IFC Jakarta Chapter yang telah memiliki brand ready-to-wear dan menjalani bisnis retail.

Meskipun event ini berbasis di Jakarta, namun kami tetap membuka kerja sama dengan daerah lain untuk penggunaan kain-kain tradisional yang diolah oleh desainer Jakarta sesuai acuan Indonesia Trend Forecasting. Kami berharap Jakarta Fashion Trend dapat menjadi tolak ukur kemajuan fashion di Indonesia," tutur Hannie Hananto, Ketua Indonesian Fashion Chamber Jakarta Chapter, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima iNews.id, Jumat (9/11/2018).

Di perhelatan Jakarta Fashion Trend 2019, menghadirkan rangkaian acara berupa fashion show, fashion exhibition, trend presentation, dan fashion illustration competition.

Fashion show-nya sendiri menampilkan presentasi koleksi tren 2019 lebih dari 21 desainer dari Indonesia Fashion Chamber Jakarta Chapter, yakni Lisa Fitria, 2Pose by Monika Jufry, Anemone by Hannie Hananto, Najua Yanti, #MARKAMARIE, Lia Mustafa, Fitri Aulia, KHANAAN, Eugeneeffectes, Raegita Zoro, Priscilla, Novita Yunus, KULTURA by Barlan & Gita, JSL LeViCo by Justina Josepha, Ichwan Thoha, dan Lenny Agustin.

Selain itu dihadirkan pula karya-karya desainer tamu, yakni Itang Yunasz dengan brand Allea dan Ali Charisma. Seluruh desainer menampilkan ready-to-wear craft fashion yang meliputi kategori busana Muslim dan konvensional dalam ragam gaya busana mulai dari urban kontemporer, hingga etnik kontemporer dalam mengaplikasikan empat tema dalam Indonesia Trend Forecasting 2019/2020, yaitu Exuberant, Neo Medieval, Svarga, dan Cortex yang mengangkat kekuatan konten lokal dan kesinambungan dengan tren global.

"Jakarta Fashion Trend 2019 mengangkat tema ‘Trend Forecasting 2019/2020: Singularity’ yang merupakan hasil riset kerja sama Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan tim Indonesia Trend Forecasting," kata Abdur Rohim Boy Berawi, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan BEKRAF.

Dia mengatakan, penggunaan hasil tren ini merupakan salah satu bentuk upaya dalam menyebarluaskan prediksi tren 2019/2020 kepada masyarakat, khususnya warga Jakarta dan sekitarnya yang memiliki awareness tinggi akan fashion.

"Tema ‘Singularity’ dapat tersebar secara merata dan memberikan dampak yang baik bagi bisnis fashion di Indonesia secara umum," kata dia.

Jakarta Fashion Trend ditargetkan digelar secara berkelanjutan setiap tahun, sehingga diharapkan dapat menjadi platform yang dapat mengangkat desainer Tanah Air dan menggaungkan tren fashion Indonesia ke tingkat global. Sehingga acara ini dapat menjadi barometer fashion di tingkat nasional, bahkan internasional.

Editor : Tuty Ocktaviany