Bahana Sekuritas: Belanja Iklan 2018 Naik, Emiten Media Menarik

Rahmat Fiansyah ยท Minggu, 11 Februari 2018 - 20:32 WIB
Bahana Sekuritas: Belanja Iklan 2018 Naik, Emiten Media Menarik

JAKARTA, iNews.id – Setelah tertekan dalam beberapa tahun terakhir, industri media diperkirakan bersinar pada tahun 2018. Pasalnya, industri tersebut tengah berada dalam momentum terbaik seiring dengan perhelatan besar, baik di dalam maupun luar negeri, yang akan mengerek belanja iklan.

Henry Wibowo, Analis Senior Bahana Sekuritas memperkirakan belanja iklan pada tahun ini tumbuh 13-15 persen, melesat cukup tinggi bila dibandingkan dengan belanja iklan tahun lalu yang tumbuh pada kisaran 3-5 persen. Dia menilai, rendahnya pertumbuhan belanja iklan pada tahun lalu disebabkan daya beli masyarakat yang masih lesu.

“Rendahnya daya beli masyarakat membuat sejumlah perusahaan terutama perusahaan barang konsumer yang bergerak cepat atau fast moving consumer goods (FMCG) menahan diri untuk menggunakan belanja iklannya di tengah keriuhan suasana politik pada semester pertama 2017,” kata Henry, Minggu (11/2/2018).

Henry pun memiliki sejumlah alasan mengapai emiten media menarik untuk dikoleksi tahun ini karena sejumlah korporasi akan menggenjot belanja iklan tahun ini. Pertama, ada beberapa  perhelatan besar akan berlangsung sepanjang tahun ini seperti perhelatan Piala Dunia di Rusia pada Juni 2018, dengan hak siar dipegang oleh Trans Crop. Sayangnya, hingga saat ini, Trans Corp belum juga melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain itu, ada pula pesta olah raga Asian Games pada Agustus 2018 yang kembali ke Indonesia setelah lebih dari 50 tahun terakhir kali menjadi tuan rumah. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang memegang hak siar Asian Games.

Henry mengatakan, alasan kedua adalah pemilihan kepala daerah serentak. Seiring dengan pemulihan daya beli masyarakat yang secara historis sering terjadi di masa-masa pemilihan umum, ada  kenaikan sirkulasi uang di masyarakat, serta multiplier efek dari kenaikan harga batubara akan mendongkrak penjualan barang konsumer.

“Perusahaan FMCG akan kembali menggunakan belanja iklannya karena iklan FMCG menguasai sekitar 75 persen dari total belanja iklan di media,” ujar Henry.

Alasan ketiga, lanjut Henry, adalah gencarnya sejumlah perusahaan berbasis teknologi seperti Tokopedia, Traveloka dan Shopee beriklan di media. Sejumlah perusahaan ini bisa memberi sumbangan sekitar 5 persen terhadap belanja iklan.

Alasan-alasan tersebut, kata Henry, membuat Bahana Sekuritas menaikkan rating saham media dari Neutral menjadi Overweight. Saham SCMA menjaid pilihan utama karena pangsa pasar media tersebut naik cukup tinggi menjadi 36 persen pada Januari 2018, dibandingkan tahun lalu sebesar 24 persen,

“Bahana sudah menaikkan target harga perusahaan berkode saham SCMA ini sebanyak dua kali dalam dua bulan terakhir menjadi Rp3.160/lembar dari yang sebelumnya sebesar Rp 2.830/lembar,” kata dia.

SCMA juga dinilai cukup sukses meningkatkan konten bisnisnya melalui anak usaha Indonesia Entertainment Group (IEG) selama dua tahun terakhir, terutama setelah mengakuisisi Rumah Produksi Sinemart pada Desember 2016 dengan menjual konten kepada pihak ketiga di luar grup usahanya sendiri seperti Cinema 21, Netflix, dan Iflix.

Selain SCMA, Henry mengatakan Bahana merekomendasikan beli saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) dengan target harga Rp620/lembar karena perseroan terbilang sukses mengangkat nama ANTV melalui konten drama India dan sinetron lokal. Kedua konten ini berhasil menyaingi program program tier-1 TV seperti RCTI dan SCTV.

“Perusahaan yang berkode saham VIVA ini juga akan melakukan refinancing tahap dua atas utangnya sebesar USD250 juta dengan menerbitkan global bonds dengan ekspektasi bunga lebih murah,” ucapnya.

Henry juga memasang rekomendasi beli untuk saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), dengan target harga Rp 2.000/lembar. Sama halnya dengan SCMA, perseroan milik Hary Tanoesoedibjo ini juga sudah mulai aktif menjual kontennya kepada pihak ketiga melalui MNC pictures.

“Perusahaan berkode saham MNCN ini juga berencana melakukan penjualan perdana saham atau initial public offering (IPO) atas MNC pictures pada tahun ini,” katanya.

Editor : Rahmat Fiansyah