Pemimpin Itu Harus Menciptakan Penerus

Adjat Wiratma · Rabu, 21 Februari 2018 - 21:21 WIB

Adjat Wiratma, SH., MPd
Direktur Akademi Indonesia Sekolah Darurat Kartini


PERAHU berhasil melewati terjangan ombak dan sampai tujuan dengan selamat pasti karena ada nahkoda hebat yang memegang kemudi. Demikian pula dengan organisasi atau perusahaan. Dari banyak faktor yang memengaruhi, keberhasilan organisasi atau perusahaan, salah satunya ditentukan oleh sosok pemimpin dan gaya kepemimpinan yang dijalankannya.

Pembahasan tentang kepemimpinan telah banyak diuraikan beberapa ahli dalam literatur. Secara sederhana kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi kelompok menuju pencapaian sasaran. Stephen P Robbins mengemukakan teori yang menganggap kepribadian, sosial, fisik, atau sifat-sifat intelektual untuk membedakan pemimpin dari bukan pemimpin:

Traits theory of leadership holds that ‘it is the personal qualities and characteristics that differentiate leaders from non-leaders. The traits that make for leadership are ambitions and energy, the desire to lead, honesty and integrity, self-confidence, intelligence, high self-monitoring and the relevant knowledge.


Seperti halnya menjadi manusia baik, kepemimpinan menjadi proses pembelajaran seumur hidup. Setiap manusia mempunyai potensi kepemimpinan dan setiap manusia adalah pemimpin bagi apa yang dikerjakannya. Dalam hal gaya kepemimpinan, setiap orang satu dengan lainnya pasti berbeda, ada yang otoriter atau menjelma seperti superman, atau desentralisasi, yang mengutamakan pemberian kesempatan, dan atau mendorong semua unsur dalam organisasi untuk bekerja atas dasar sistem nilai (values system) yang luhur, sehingga semua unsur bersedia, tanpa paksaan, berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan.

Menjadi menarik saat kita belajar tentang kepemimpinan kepada orang yang sudah sukses memimpin, dan berhasil membawa perubahan dalam bidang yang ditekuninya. Mereka yang telah teruji, berhasil keluar dari krisis dan diakui orang-orang yang mengenalnya sebagai pemimpin sukses.

Buku baru yang saya baca bercerita tentang Nanda Widya, sosok yang tidak asing di dunia properti Tanah Air. Dia adalah salah satu ikon properti Indonesia yang pada tahun lalu mendapatkan penghargaan Global Leadership Awards 2017, penghargaan bergengsi dari The Leaders Internasional dan American Leadership Development Asssociation.

Kita pasti sepakat, jika kualitas seseorang itu dapat dilihat dari seberapa berhasilnya dia lolos dari ujian yang menerpanya. Semakin besar ujian, semakin sulit tantangan, maka akan menunjukkan kualitas pribadi tersebut, saat berhasil dari masalah dan sukses.

Pengusaha properta Nanda Widya (Foto: Okezone)


Dalam buku Nanda Widya Membangun ”Rumah Manusia”, diceritakan bagaimana sulitnya perusahaan Metropolitan Land yang baru beberapa tahun berdiri harus menghadapi krisis tahun 1998. Tidak hanya butuh inovasi seorang pemimpin, namun juga kebijaksanaan. Seperti kata bijak, kegagalan itu biasa. Seseorang diukur bukan saat ia sukses, melainkan saat jatuh dan mampu bangkit lagi.

Nanda Widya dikenal orang-orang dekatnya sebagai CEO yang mengembangkan gaya kepemimpinan unik, dengan pribadi bersahaja dan tidak pernah menonjolkan diri, namun berhasil menjadi sosok yang disegani, dikagumi dan menjadi sumber inspirasi bawahannya.

Merujuk pada sebuah literasi tentang pemimpin transformasional, yang menggalakkan pencapaian tingkat kebutuhan yang lebih tinggi pada bawahan, di situ bawahan dimotivasi untuk mencapai kebutuhan hingga pada level aktualisasi diri. Karekter itu yang saya lihat dikembangkan Nanda Widya, kepemimpinan yang mengembangkan pengikut menjadi pemimpin, serta kepemimpinan yang menginspirasi pengikutnya.

Nanda Widya juga mengajarkan beberapa kriteria pemimpin yang baik. Pertama, seorang pemimpin harus memberikan contoh atau teladan yang baik. Kedua, pemimpin itu harus berani membuat keputusan, walaupun mungkin saja keputusan itu salah pada masa yang akan datang. Berikutnya, seorang pemimpin harus memilik semangat, sebagai cermin antusiasmenya dalam bekerja dan berkarya. Semangat yang ditularkan pada bawahanya untuk optimistis. Dan kriteria terakhir dari seorang pemimpin adalah memiliki karakter pantang menyerah. Pemimpin yang demikian akan membawa dampak luar biasa pada suatu organisasi.

Pemimpin yang baik itu diciptakan

Banyak pemimpin perusahaan di negeri ini memegang jabatan, karena faktor keturunan, anak meneruskan kesuksesan orangtua, atau juga ada hubungan kekerabatan. Tapi tidak sedikit perusahaan yang estafet kepemimpinannya diserahkan pada profesional. Nanda Widya adalah profesional sukses yang meniti karier dan mendapat kepercayaan hingga menjadi CEO. Berguru pada para begawan properti Tanah Air menjadikan dia sosok yang moncer di kariernya.    

Kepemimpinan itu memang harus diciptakan, seorang pemimpin lahir bukan karena faktor keturunan, namun ia tumbuh dari lingkungan yang mendidiknya menjadi layak untuk besar dan berpengaruh. Kesempatan yang diberikan Ir Ciputra (Pak Ci) menjadikannya profesional tangguh, dan kini ia pun banyak menciptakan pemimpin baru sebagai penerus.

Pegangan nilai Nanda Widya dalam merekrut karyawan, pertama adalah integritas. Seseorang yang memiliki integritas diyakininya akan menjadi pemimpin di level manapun. Resep lain dalam membangun tim yang solid adalah mencari karyawan penuh semangat, yang mampu menghadapi tantangan kedepan yang lebih sulit dan tidak terprediksi.

Faktor lain adalah peningkatan skill, untuk menciptakan profesionalitas, bekerja dengan standar dan sistem. Berikutnya adalah kerja keras, dan pantang menyerah, mulai dari level bawah hingga atas, kemudian terakhir di dalam perusahaan yang ingin maju, semua karyawan didorong harus memiliki jiwa enterpreneur. Syarat-syarat tersebut menjadi tolok ukur Nanda Widya dalam menciptakan penerus.

Sosok bersahaja
 
Bagi yang mengenalnya, Nanda Widya adalah sosok yang tidak pernah marah, bekerja dalam sunyi, dengan intiusi bisnis yang tinggi. Sosok terbuka dan punya kepedulian tinggi. Kini tidak hanya sibuk dengan urusan bisnis, Nanda Widya juga banyak terlibat dalam kegiatan sosial. Melalui Yayasan Metropolitan Peduli yang didirikannya, Nanda mengajarkan semua karyawan Metland untuk memiliki rasa kepedulian pada sesama yang membutuhkan.

Dengan gaya kepemimpinan unik dan pribadi yang sangat menghormati nilai-nilai kemanusiaan, dapat dikatakan ikhtiar Nanda Widya bukan hanya upaya membangun properti komersial atau properti perumahan. Ikhtiar Metland juga adalah membangun “rumah manusia” yaitu berupa nilai-nilai kebajikan dalam diri pimpinan dan segenap karyawan, dalam lingkaran doa setiap hari yang selalu dipanjatkan (Metland Spirit) “semoga bermanfaat dan semoga bahagia”.

***

Referensi
Judul Buku : Nanda Widya, Membangun “Rumah Manusia”.
Penulis : Bambang Trim.
Penerbit : Inkubator Penulis Indonesia.
Cetakan II Desember 2017. 

Editor : Zen Teguh

KOMENTAR