KPK Cegah 4 Orang ke Luar Negeri Terkait Kasus Korupsi DOKA Aceh

Aditya Pratama, Antara ยท Sabtu, 07 Juli 2018 - 18:56 WIB
KPK Cegah 4 Orang ke Luar Negeri Terkait Kasus Korupsi DOKA Aceh

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan penyidik, Kamis (5/7/2018). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah empat orang bepergian ke luar negeri terkait penyidikan tindak pidana korupsi suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran (TA) 2018 pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh.

“Mengacu pada Pasal 12 Undang-Undang KPK, dilakukan pencegahan ke luar negeri terhadap empat orang selama enam bulan terhitung sejak 6 Juli 2018,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

Empat orang itu antara lain Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase, dan Teuku Fadhilatul Amri. “Pihak-pihak tersebut perlu dicegah ke luar negeri agar saat dibutuhkan keterangannya dapat dilakukan pemeriksaan,” ungkap Febri.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Bener Meriah, Selasa (3/7/2018). Total ada sembilan orang yang ditangkap. Mereka yakni Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah Ahmadi, Hendri Yuzal (swasta sekaligus ajudan pribadi Irwandi), T Syaiful Bahri (swasta), Fadli (swasta), Dailami (swasta), Muyassir (swasta), Alpin (ajudan Bupati Bener Meriah), dan Kamal (ajudan Bupati Bener Meriah).

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus itu, KPK total mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait tindak pidana, yaitu uang sebesar Rp50 juta dalam pecahan Rp100.00, bukti transaksi perbankan Bank BCA dan Bank Mandiri, serta catatan proyek.

KPK telah menetapkan empat tersangka antara lain Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Provinsi Aceh Ahmadi serta dua orang dari unsur swasta masing-masing Hendri Yuzal dan T Syaiful Bahri. Keempat tersangka ditahan di empat lokasi berbeda selama 20 hari ke depan, masing-masing Irwandi Yusuf di Rutan Cabang KPK di belakang gedung Merah Putih KPK, Ahmadi di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, Hendri Yuzal di Ritan Polres Jakarta Pusat, dan T Syaiful Bahri Rutan Polres Jakarta Selatan.

Dalam kasus ini, penerima suap diduga Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal, dan T Syaiful Bahri. Sedangkan pemberi diduga Ahmadi. Pemberian oleh Bupati Bener Meriah kepada Gubernur Aceh sebesar Rp500 juta diduga bagian dari Rp1,5 miliar yang diminta Gubernur Aceh terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA Provinsi Aceh TA 2018. Pemberian tersebut merupakan bagian dari komitmen fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh dari setiap proyek yang dibiayai dari dana DOKA.

Adapun pemberian kepada gubernur dilakukan melalui orang-orang dekat Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah yang bertindak sebagai perantara. KPK pun masih mendalami dugaan penerimaan-penerimaan sebelumnya.


Editor : Maria Christina