BMKG Imbau Masyarakat Aceh Waspadai Cuaca Ekstrem

Antara ยท Minggu, 08 Juli 2018 - 08:51 WIB
BMKG Imbau Masyarakat Aceh Waspadai Cuaca Ekstrem

Ilustrasi. (Foto: dok.okezine).

SABANG, iNews.id - Badan Meterologi, Klimatologi dan Giofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Aceh untuk mewaspadai dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air di jalanan dan gerakan tanah longsor di pesisir provinsi paling ujung barat Indonesia itu.

"Memasuki 8 Juli sebagian besar wilayah Aceh akan cenderung hujan dengan intensitas lebat khususnya di wilayah pesisir barat Aceh dan Sabang. Terkait potensi tersebut masyarakat diimbau untuk mewaspadai dampak dari bencana hidrometeorologi," kata Kepala Stasiun Meteorologi Cot Bau U Maimun Saleh,  Sabtu (7/7/2018).

Menurutnya, pesisir barat Aceh dan kepulauan paling ujung barat Indonesia cenderung hujan dengan intensitas lebat dan terkait potensi tersebut masyarakat agar lebih berhati-hati. Berdasarkan analisa dinamika atmosfer, terdapat adanya massa udara basah yang berada pada lapisan rendah. Wilayah yang terkonsentrasi massa udara basah salah satunya adalah berada di atmosfer wilayah Aceh.

Pada skala lokal proses konveksi atau pemanasan lokal juga turut mendukung adanya pertumbuhan awan konvektif (potensi hujan). Disamping itu, terlihat juga adanya sirkulasi siklonik (pusat tekanan rendah) yang berada di Samudera Hindia (perairan barat Aceh) pada level 925 hpa per 850 mb.

Selanjutnya berdasarkan analisa pola pergerakan angin (streamline) terdapat adanya pola konvergensi (pengumpulan massa udara basah) yang berada di pesisir barat Aceh. Berkenaan dengan potensi tersebut kepulauan paling ujung barat Indonesia akan berpeluang dilanda cuaca buruk berupa tiupan angin kencang yang dapat mencapai di atas 25 knot.

"Mengenai potensi ini kami imbau masyarakat nelayan untuk selalu memperhatikan keselamatan saat melaut dan perahu nelayan harus menwaspadai terhadap angin kencang hingga 15 knot atau 27,78 km/jam dan potensi gelombang laut 1,25 meter," ujarnya.

Kemudian untuk perahu tongkang juga perlu meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi angin kecepatan hingga 16 knot atau 29,632 km per jam dan potensi ketinggian gelombang laut hingga 1,50 meter.

BMKG juga mengingatkan, Kapal Ferry atau jenis Roro agar dapat meningkatkan kewaspadaannya saat angin kecepatan hingga 21 knot atau 38,892 km per jam dan potensi ketinggian gelombang laut 2,50 meter. Sedangkan kapal ukuran besar (kapal cargo dan kapal pesiar) agar waspada terhadap angin dengan kecepatan 27 knot atau 50,004 km per jam dan potensi ketinggian gelombang laut hingga 4,0 meter.


Editor : Muhammad Saiful Hadi