KPK Segera Periksa 15 Saksi Kasus Suap Alokasi DOKA di Aceh

Antara, Ilma De Sabrini ยท Rabu, 11 Juli 2018 - 17:26 WIB
KPK Segera Periksa 15 Saksi Kasus Suap Alokasi DOKA di Aceh

KPK segera memeriksa 15 saksi terkait suap alokasi DOKA di Provinsi Aceh. (Foto: Dok. SINDOnews)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 15 saksi untuk diperiksa dalam penyidikan kasus tindak pidana korupsi suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 di Pemprov Aceh.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK telah mengirimkan surat panggilan pada sekitar 15 orang saksi dari unsur pemerintahan dan swasta di Banda Aceh dan Bener Meriah. “Jadwal pemeriksaan akan kami informasikan lebih lanjut," kata Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

KPK pun mengharapkan para saksi yang dipanggil itu hadir dalam pemeriksaan karena keterangan saksi akan membuka tabir yang selama ini mungkin belum diketahui terkait dengan adanya dugaan korupsi dalam alokasi DOKA tersebut. "Dengan pengungkapan itu, akan ada titik terang bagaimana masyarakat Aceh bisa dirugikan karena praktik korupsi yang ada," ucap Febri.

BACA JUGA: 

Geledah 2 Kantor Dinas di Aceh, KPK Amankan Sejumlah Dokumen DOKA

Ditahan KPK, Gubernur Aceh Beberkan Jasanya terhadap Negara

Gubernur Aceh dkk Sepakati Commitment Fee 10 Persen dari Dana Otsus



Selain itu terhadap saksi, lanjut Febri, hadir memenuhi panggilan penyidik dan menjelaskan informasi yang benar adalah kewajiban hukum. "Kejujuran para saksi dalam memberikan keterangan akan membantu penanganan perkara ini," tuturnya.

Febri pun menyatakan KPK juga akan memanggil para saksi yang telah dicegah ke luar negeri untuk dimintai keterangan. Adapun empat saksi yang dicegah itu antara lain Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase, dan Teuku Fadhilatul Amri.

Untuk diketahui Nizarli merupakan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Aceh, Rizal Aswandi sebagai mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, dan Fenny Steffy Burase, orang dekat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

"Sudah diagendakan pemeriksaan terhadap saksi yang dicegah ke luar negeri direncanakan minggu depan. Sebelumnya tentu disampaikan panggilan secara patut," ungkap Febri.

KPK berharap dengan pengungkapan informasi dari para saksi dan juga bukti temuan baru itu, akan ada titik terang dari kasus suap alokasi DOKA.

Kasus itu bermula dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Guberbur Aceh Irwandi Yusuf pada Selasa, 3 Juli 2018 di Aceh. KPK menduga akan ada penyerahan uang Rp 500 juta kepada Irwandi di sebuah hotel.

Uang Rp500 juta tersebut diduga diberikan oleh Ahmadi kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk keperluan Aceh Marathon yang akan dibelanjakan dalam bentuk medali dan baju.

"Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut sebagian diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian di kegiatan Aceh Marathon 2018," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferenai pers, di kantor KPK, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan empat tersangka antara lain Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Provinsi Aceh Ahmadi serta dua orang dari unsur swasta masing-masing Hendri Yuzal dan T Syaiful Bahri.

 


Editor : Kastolani Marzuki